BerandaBudayaKirab Bendera Merah Putih 200 Meter Hidupkan Kembali Pasar Lama Jatinom yang...

Kirab Bendera Merah Putih 200 Meter Hidupkan Kembali Pasar Lama Jatinom yang Mati Suri

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Kirab Bendera Merah Putih 200 meter di Jatinom Klaten hidupkan kembali Pasar Lama yang mati suri. Warga gotong royong bangkitkan ekonomi UMKM.Minggu (18/10)

 

Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 200 meter yang digelar warga Kelurahan Jatinom berlangsung meriah, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi simbol semangat perjuangan dan kebersamaan warga untuk menghidupkan kembali Pasar Lama Jatinom yang telah lama mati suri.

Terdapat tiga rangkaian kegiatan dalam acara tersebut, yakni Kirab Bendera Merah Putih, Umbul Donga, dan peluncuran wedangan kuliner Pasar Lawas Jatinom.

Kegiatan ini berawal dari keprihatinan warga atas lesunya aktivitas ekonomi di Pasar Lama Jatinom dalam beberapa tahun terakhir. Umbul Donga menjadi pembuka sebagai wujud doa bersama agar pasar kembali ramai.

20261018 232011 0000

Ingin Kembalikan Kejayaan Pasar

Inisiator kegiatan, Joko Suranto, menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya kolektif warga.

“Zaman saya masih kecil, kalau pasaran Legi masuk Pasar Lama Jatinom ini sudah tidak bisa masuk, penuh sekali. Kita berharap pasar Jatinom kembali bergairah lagi,” ujar Joko Suranto.

Ia menambahkan, untuk tahap awal pasar akan difokuskan pada kuliner yang buka setiap hari. Khusus malam Minggu akan diisi live music dan seluruh pedagang wajib berjualan.

“Kesepakatan kami malam Minggu semua pedagang wajib berjualan. Untuk saat ini kita fokuskan ke kuliner dulu dan klitikan. Bila nanti sudah berjalan, mau berjualan yang lain monggo kami persilakan,” jelasnya.

20261018 232110 0000

Sementara itu, warga pendatang di Jatinom, Joko Winarno, mengaku kegiatan ini lahir dari kegelisahan warga Dusun Tangkilan. Berbekal latar belakang di bidang hospitality dan pariwisata, ia bersama warga berinisiatif membuat gebrakan.

“Awalnya tidak ada konsep sama sekali, bisa dibilang dadakan. Persiapan hanya 10 hari. Alhamdulillah kita dipertemukan dengan orang-orang yang tergerak untuk meramaikan Pasar Lama Jatinom. 20 tahun lalu pasar ini adalah pusat ekonomi, sebelum adanya Pasar Gabus dan Pasar Klitikan Jatinom,” kata Joko Winarno.

Menurutnya, pasar ini akan menjadi ruang srawung atau silaturahmi, sekaligus panggung kesenian bagi anak muda agar tidak hanya mengenal gawai, tetapi juga kesenian tradisional, permainan jadul, hingga keroncong.

*Didukung Lurah Pasar*

Lurah Pasar Jatinom, Sumedi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh, elemen masyarakat, dan warga Dusun Tangkilan yang telah bergotong royong.

“Saya sangat berterima kasih khususnya kepada warga Dukuh Tangkilan dan umumnya warga masyarakat Jatinom yang telah berjuang, guyub rukun bersama untuk menghidupkan perekonomian di Pasar Lama ini,” ujar Sumedi.

Ia menegaskan kehadiran pedagang baru tidak akan mengganggu pedagang lama, karena mereka menempati lapak-lapak kosong yang telah lama tidak terpakai.

“Dengan konsep ‘Menghidupkan Pasar Lawas Sing Ilang Kumandange’, saya dan teman-teman mengajak para pedagang untuk berjualan di Pasar Lama ini. Terkait tempat saya siapkan dan tidak mengganggu pedagang lama,” tutupnya.

Ia berharap Pasar Lama Jatinom dapat kembali berjaya seperti 20 tahun lalu, menjadi penggerak UMKM dan pilar perekonomian warga.

 

Penulis: Pusoko

Komentar Klik di Sini