MALANG-Metropaginews.com || Ahmad Yani Budi Santoso Ketua umum Relawan Desa Nusantara (RADESA) mengatakan, berdasarkan data yang di kutip dari rilis BPS pada bulan Maret 2022 lalu, bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk dalam kategori 10 Provinsi termiskin di Indonesia hingga kini belum ada update terbaru perkembangan penduduk miskin di Indonesia, Sabtu 5/11/2022.

Dari data yang di kutip terdiri dari 37 provinsi di Indonesia, dan untuk 10 provinsi di antaranya dengan tingkat kemiskinan tertinggi berdasarkan data BPS hingga Maret 2022.
1. Papua 26,56 persen
2. Papua Barat 21,33 persen
3. Nusa Tenggara Timur 20,05 persen
4. Maluku 15,97 persen
5. Gorontalo 15,42 persen
6. Aceh 14,64 persen
7. Bengkulu 14,62 persen
8. Nusa Tenggara Barat 13,68 persen
9. Sulawesi Tengah 12,33 persen
10. Sumatera Selatan 11,90 persen
Berdasarkan data tersebut Ahmad Yani BS berpandangan khusus di bagian Sulteng, sebenarnya bisa maju dan sejajar dengan provinsi lainnya yang sudah keluar dari masalah kemiskinan jika memiliki DPR RI seperti Risharyudi Triwibowo (Mas Bowo), ucapnya.
“Memang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dinilai dari sisi APBD nya tidak akan mampu menyelesaikan segala persoalan yang ada di sulteng, karena keterbatasan anggaran (APBD), maka dari itu, jika APBN kita tidak mengintervensi atas permasalahan-permasalahan tersebut, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.
Untuk itu, dibutuhkan sosok yang mengerti dan bisa mempengaruhi kebijakan di level nasional yang mampu membawa program-program yang bersumber dari APBN masuk ke Sulteng.
“Sosok Mas Bowo bukan hanya sekedar ide dan gagasan (Lips Service) atau pencitraan, tapi sudah banyak diimplementasikan di level daerah maupun Nasional, periode 2014-2019 beliau ditunjuk sebagai staf khusus menteri di Kementerian Desa PDTT RI, 2014-2019 banyak program yang beliau lahirkan seperti 4 program prioritas dana desa (Prudes/Prukades, Bumdes, Embung Desa, Sarana Olahraga Desa), bidang olahraga ada Liga Desa, bidang kelembagaan pemberdayaan masyarakat seperti Sahabat Desa Nusantara, bidang kepemudaan seperti Anak Muda Indonesia (AMI), dan masih banyak lagi.
Apalagi saat ini beliau di Kementerian Ketenagakerjaan RI, tentunya sudah banyak ide dan gagasan yang lahir dari pemikiran beliau yang dirasakan masyarakat bukan hanya di sulteng tapi secara nasional, paparnya.
Hal ini di ucapkan (Yani), semata hanya mendorong bagi masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah dalam pemecahan dan/atau berpandangan kedepan dalam mencari solusi setiap permasalahan yang terjadi.
“Saya pribadi cukup mengenal beliau dan tidak ada tendensi apapun, hanya sekedar menyarankan bagi masyarakat sulteng berdasarkan data dan fakta yang ada agar bisa memikirkan bersama solusi yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tengah”, pungkasnya.
Reporter : Zaenal A.


Komentar Klik di Sini