BerandaPeristiwaBerita Duka Rekan Driver Shopee Food

Berita Duka Rekan Driver Shopee Food

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Kabar duka menyelimuti komunitas driver Shopee Food Delanggu Free Rider (DFR) sore ini. Syarifudin Ja’far, yang akrab dipanggil Udin, dikabarkan telah berpulang pada Kamis Pahing, 15 Januari 2026 pukul 11.30 WIB. Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di kediaman keluarga di Griya Gridih Rt 02 Rw 02, Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, dan rencananya akan dimakamkan esok hari 16 Januari pukul 10.00 WIB, di Makam Watu Sinom Kahuman, Polanharjo. Kabar ini pertama disampaikan oleh rekan dekatnya, Mustaqim, yang juga merupakan sesama driver Shopee Food, dan kabar itu langsung menyebar di antara para rekan dan tetangga (15/01/2026).

 

Kepergian Udin meninggalkan duka yang dalam. Bagi banyak rekan driver, ia bukan sekadar mitra kerja di jalanan, melainkan sahabat yang selalu hadir dalam keseharian. Rutinitas menunggu order, berbagi cerita, dan saling membantu di tengah teriknya matahari atau hujan deras menjadi momen-momen yang kini terasa hampa. Kehadiran Udin selama ini telah memberi warna tersendiri, kebaikan, kesederhanaan, dan selera humornya membuat suasana menjadi ringan meski pekerjaan sering menuntut kesabaran.

Kabar Lelayu rekan driver
Kabar Lelayu rekan driver Delanggu Free Rider

Dalam perbincangan dengan rekan-rekan, nama Udin selalu muncul dengan senyum. Ia dikenal mudah bergaul, tidak banyak menuntut, dan kerap menjadi penghibur ketika suasana tegang. Bagi komunitas Shopee Food DFR Delanggu, kehilangan ini bukan hanya soal hilangnya satu pengemudi, tetapi hilangnya figur yang mampu menyatukan dan menguatkan solidaritas di antara mereka.

Sebagai rekan dekat yang sering berbagi rute dan waktu tunggu bersama Almarhum, Mustaqim menggambarkan Udin sebagai pribadi yang hangat dan tulus. Menurut Mustaqim, keceriaan Udin bukan sekadar lelucon ringan, itu adalah cara ia merawat hubungan dengan rekan-rekannya, memberi semangat ketika hari terasa berat, dan mengingatkan bahwa pekerjaan ini juga soal kebersamaan.

Mustaqim menuturkan bahwa kehilangan ini terasa amat personal. Ia mengingat momen-momen sederhana, Udin yang selalu menyapa dengan ramah, yang tak segan membagi makanan ketika rekan kehabisan bekal, yang mampu mengubah suasana sepi menjadi penuh tawa. Bagi Mustaqim, Udin adalah contoh rekan yang tak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga manusiawi dalam berteman. Pernyataan Mustaqim mengandung kesedihan mendalam sekaligus penghormatan tulus, menegaskan bahwa kepergian Udin adalah kehilangan besar baginya dan komunitas yang selama ini saling bergantung.

Mustaqim juga menekankan pentingnya mengenang kebaikan almarhum dengan tindakan nyata, dengan hadir di rumah duka, mengantar ke peristirahatan terakhir, dan mendoakan agar Udin mendapat tempat terbaik disisi-Nya. Ia mengajak rekan-rekan untuk tidak hanya meratapi, tetapi juga memperkuat solidaritas yang selama ini menjadi ciri komunitas mereka.

Terpisah keluarga yang ditinggalkan menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna, jika Almarhum pernah berbuat salah, mohon dimaafkan, dan kiranya semua pihak untuk ikut mendoakan agar ia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Permintaan ini menjadi penutup perjalanan hidup yang diharapkan keluarga, sekaligus ajakan bagi siapapun yang mengenal Syarifudin untuk menutup babak ini dengan belas kasih dan doa.

Kehadiran rekan-rekan di rumah duka sedianya akan menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi keluarga. Giliran kunjungan, doa bersama, dan gotong royong saat persiapan prosesi pemakaman menunjukkan kepedulian komunitas disaat duka

Bagi yang ingin memberikan penghormatan terakhir, rumah duka berlokasi di Griya Gridih RT 02 RW 02, Desa Kahuman. Pemakaman dijadwalkan pada 16 Januari pukul 10.00 WIB di Makam Watu Sinom Kahuman, Polanharjo. Keluarga menghargai kehadiran, doa, dan ucapan belasungkawa dari siapapun yang mengenal almarhum. Kehadiran rekan-rekan, tetangga, dan pihak yang tergerak untuk memberi penghormatan akan menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian Syarifudin meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi. Namun, kenangan tentang tawa, candaan, dan kebaikan hatinya akan terus hidup dalam percakapan di grup komunitas, di jalanan saat menunggu order, dan dalam cerita-cerita yang dibagikan satu sama lain. Mustaqim dan rekan-rekan lainnya berharap bahwa memori tentang almarhum menjadi pengingat untuk selalu menjaga kebersamaan, saling memaafkan, dan saling mendoakan.

Di tengah duka, ada pelajaran tentang pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang di sekitar kita. Kehadiran sederhana seorang rekan seperti Syarifudin mampu memberi dampak besar bagi banyak orang. Semoga kebaikan dan kenangan itu menjadi warisan yang menguatkan komunitas, serta memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Almarhum Syarifudin Ja’far mendapatkan tempat terbaik disisiNya, dan keluarga diberi kekuatan untuk melewati masa berduka ini. Bagi siapapun yang mengenalnya, kiranya dapat menyampaikan doa dan permohonan maaf bila pernah bersinggungan dengan almarhum, sebagai bentuk penghormatan terakhir yang tulus.

( Pitut Saputra )