BerandaPendidikanFransiskus, Pemulung Jadi Duta Anti Narkoba Indonesia: Kisah Inspiratif Pelajar Klaten Buktikan...

Fransiskus, Pemulung Jadi Duta Anti Narkoba Indonesia: Kisah Inspiratif Pelajar Klaten Buktikan Latar Belakang Bukan Penghalang, Cita-Cita Jadi Konselor untuk Selamatkan Generasi Muda

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Fransiskus, pemulung jadi Duta Anti Narkoba,Kisah inspiratif pelajar Klaten buktikan latar belakang bukan penghalang. Cita-cita jadi konselor.Senin ( 12/1/2026)

 

Di tengah gemerlap dunia dan tantangan zaman yang semakin kompleks, muncul sebuah kisah inspiratif dari Klaten yang membuktikan bahwa latar belakang bukanlah takdir. Fransiskus Alfridus Naisaban, seorang pelajar kelas XII jurusan perkantoran dan manajemen bisnis di SMK N 1 Pedan, Kabupaten Klaten, berhasil meraih gelar Duta Intelegensi Pelajar Anti Narkoba Indonesia pada November 2025 lalu. Kisah perjuangan dan dedikasinya patut menjadi teladan bagi anak-anak muda dan pelajar lainnya di seluruh Indonesia.

Fransiskus, anak ke-2 dari 4 bersaudara, berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya, Quirinus Nasibuan, berprofesi sebagai pemulung, pekerjaan yang telah dilakoninya puluhan tahun dengan hidup berpindah-pindah. Rumah yang ditinggali Fransiskus dan keluarganya di Desa Tumpukan, Karangdowo, Kabupaten Klaten, bahkan merupakan pinjaman dari seorang warga.

20260112 084637 0000

Masa Kecil yang Pahit, Hantarkan Fransiskus Jadi Pribadi Tangguh dan Peduli

Masa kecil Fransiskus jauh dari kata mewah. Ia sering diajak sang ibu berkeliling mencari barang-barang bekas. Keadaan dan situasi yang sulit justru memperkuat mentalnya dan memaksa Fransiskus untuk mandiri serta menghasilkan uang sendiri dengan ikut bekerja bersama ibunya.

Namun, di balik segala keterbatasan, kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya menjadi modal berharga bagi Fransiskus untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.

Duta Anti Narkoba: Terinspirasi Selamatkan Generasi Muda dari Jeratan Narkoba

Prestasi yang diraih Fransiskus sebagai Duta Anti Narkoba bukanlah kebetulan. Ia merasa bahwa semakin majunya zaman, semakin banyak pula permasalahan yang dihadapi, khususnya di kalangan pelajar. Keprihatinan inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi Fransiskus untuk menjadi bagian dari pemerhati problema anak muda dan menjauhkan mereka dari hal-hal negatif sebagai pelarian.

“Banyak yang menginspirasi saya saat itu, seperti Pak Anton Sanjaya yang beberapa kali saya temui saat sosialisasi narkoba, dan beberapa orang lagi yang saya jumpai. Dari rasa miris, saya merasa dunia anak muda, khususnya di Klaten, sedang tidak baik-baik saja,” ucap Fransiskus dengan penuh kepedulian.

Konselor: Cita-Cita Mulia untuk Membantu Anak Muda Hadapi Problema

Fransiskus memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang konselor. Dengan memberikan ruang curhat bagi pelajar melalui Zoom meeting dan platform lainnya, ia berhasil mengetahui pola yang terjadi mengapa banyak anak muda, khususnya pelajar, mencari pelarian sebagai bentuk protes terhadap situasi yang dihadapi.

Saat ini, Fransiskus aktif melakukan sosialisasi anti narkoba yang bekerja sama dengan Tim Granat bersama mahasiswa UNWIDA Klaten, dan melalui podcast.

Bantuan Pemerintah: Harapan Baru untuk Keluarga Fransiskus

Kisah inspiratif Fransiskus menarik perhatian awak media hingga ke tempat tinggalnya yang sederhana. Pemerintah desa dan kabupaten, bersama Dinas Sosial, saat ini sedang berupaya memberikan bantuan yang layak bagi keluarga Fransiskus.

“Harapannya, semoga tahun ini akan ada kebahagiaan dan kebaikan,” pungkas Fransiskus dengan penuh harap.

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini