KEBUMEN – METROPAGINEWS.COM || Ketua DPC Gardu Prabowo Kebumen, Wahyudin, mengecam pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang mewacanakan kemungkinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bertahan hingga 2029. Selasa (25/8/2026).
Wahyudin menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu kegaduhan politik dan menimbulkan spekulasi di tengah pemerintahan yang saat ini masih berjalan.
Menurutnya, masa jabatan presiden maupun penyelenggaraan pemilu telah diatur dalam konstitusi sehingga seluruh pihak semestinya menghormati ketentuan tersebut.
Ia juga mempertanyakan kepentingan di balik munculnya wacana pemilu sebelum 2029. Menurut Wahyudin, narasi tersebut berpotensi menciptakan persepsi adanya upaya mengganggu hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Menurut kami ada upaya memecah belah antara Jokowi dan Prabowo. Pernyataan seperti ini justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Wahyudin.
Wahyudin menilai tokoh politik seharusnya lebih mengedepankan kepentingan negara, menjaga stabilitas pemerintahan, serta memberikan ruang kepada pemerintahan Prabowo untuk menjalankan mandat rakyat sesuai ketentuan perundang-undangan.
Ia juga mengkritik Budi Arie yang dinilainya tidak mencerminkan sikap negarawan apabila terus menyampaikan narasi yang menurutnya dapat bertentangan dengan semangat konstitusi.
“Budi Arie menurut kami bukan menunjukkan sikap negarawan dengan upaya membangun narasi yang melawan konstitusi,” tegasnya.
Siap mengambil sikap
Wahyudin mengatakan dinamika politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, menurutnya, wacana mengenai perubahan jadwal pemilu atau masa pemerintahan harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan keresahan publik.
Ia bahkan menyatakan Gardu Prabowo Kebumen siap mengambil sikap apabila wacana tersebut terus berkembang dan dinilai mengarah pada upaya mengganggu pemerintahan yang sah.
“Kami siap lawan orang seperti Budi Arie yang bikin gaduh konstitusi, yang mewacanakan pemilu sebelum 2029,” tegas Wahyudin.
Wahyudin berharap seluruh elemen politik menahan diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Menurutnya, energi pemerintah saat ini semestinya difokuskan pada pelaksanaan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Jangan sampai masyarakat justru disuguhi spekulasi politik mengenai kontestasi yang belum waktunya,” pungkasnya. (Royo)
Sumber: Humas Gardu Prabowo


Komentar Klik di Sini