CIMAHI – metropaginews.com || Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi mengajak wartawan dan media untuk membendung informasi bohong atau hoaks menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 yang terdiri dari Pemilihan Calon Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Hoaks menjelang pemilu terkait isu Suku, Agama, Ras antar Golongan (SARA), money politic, netralitas ASN (Aparatur Silpil Negara) dalam pesta demokrasi yang langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) pada tanggal 24 Februari 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kejari Kota Cimahi Rosalina Sidabariba pada sosialisasi bertema ‘Peran Kejaksaan bersama Media dalam Pencegahan Berita Hoax menjelang Pemilu Serentak 2024’, bertempat di Kantor Kejari Kota Cimahi, Selasa (07/02/2023).
“Ada empat konsentrasi pencegahan terhadap berlangsungnya pemilu, yakni informasi hoaks atau informasi bohong, politik uang, politisasi SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), dan ketidaknetralan ASN,” kata Rosalina sekaligus berpamitan untuk bertugas diluar Kota Cimahi.
Kejari berharap dalam pencegahan tersebut semuanya bisa dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan lintas stakeholders, tandasnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Cimahi, Carlo Romulo Lumbanbatu, SH., MH. memaparkan beberapa kasus yang erat kaitan dengan informasi hoaks, salah satunya kejadian Ratna Sarumpaet yang infomasi mendapat tindakan kekerasan, namun setelah ditelusuri ternyata wajah Ratna baru saja dioperasi.
”Bisa jadi, potensi pemilu tahun 2024 akan banyak tersiar informasi Hoaks yang jauh meningkat, sebab itu perlu dilakukan mitigasi kerawanan pemilu,” ujar Carlo.
Selain itu, imbuhnya, tren politik uang tidak akan pernah turun, bahkan selalu bergerak, pihaknya menyarankan badan pengawas pemilu (Bawaslu) benar-benar bisa memeperhatikannya.
“Banyak cara memastikan demokrasi yang sehat, oleh karenanya kolaborasi mitra harus lebih didorong, termasuk bersama media dalam menangkal informasi Hoaks,” jelas Carlo.

Menurutnya, peran sentral media menjadi bagian penting untuk tetap bersama mengawal pemilu 2024, dan para pemangku kepentingan juga tetap menjadi bagian terpenting untuk proses pelaksanaannya nanti.
Sosialisasi itu dihadiri jajaran Kejari Kota Cimahi diantaranya Mohammad Januar Ferdian selaku Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Cimahi, Fitri Jayanti Eka Putri selaku Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Cimahi dan Imdad Mahatfa Virya selaku Kepala Sub Seksi Penuntutan, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Kejari Kota Cimahi. (tedy)


Komentar Klik di Sini