BerandaPemerintahLapas Klaten Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif: Dukung Ketahanan Pangan Dan...

Lapas Klaten Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif: Dukung Ketahanan Pangan Dan Bekali Warga Binaan

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas Klaten sukses menyulap lahan tidur menjadi kebun produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pertanian. Program ini mendukung ketahanan pangan nasional dan membekali warga binaan dengan keterampilan bertani modern.Selasa (2/12)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas (Kalapas) Andik Dwi Saputro, lahan tidur yang sebelumnya terbengkalai kini disulap menjadi kebun produktif yang menghasilkan beragam komoditas pertanian.

Desain tanpa judul 20251202 183529 0000

BACA JUGA : Harga Sembako Melambung, Kodim Turun Tangan

Inisiatif ini tidak hanya memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang berharga. Lapas Kelas IIB Klaten membuktikan diri sebagai institusi yang aktif dalam pembangunan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

“Pertama, kami ingin berkontribusi langsung pada program ketahanan pangan, meminimalisir ketergantungan pada pasokan luar, dan memanfaatkan potensi lahan yang ada di lingkungan Lapas. Kedua, ini adalah wujud nyata dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Andik Dwi Saputro.

Lahan yang kini menghijau tersebut ditanami berbagai jenis sayuran, mulai dari kangkung, bayam, cabai, terong, hingga budidaya ikan lele. Hasil panen ini secara rutin dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian di dapur Lapas, memastikan warga binaan mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Warga binaan yang terlibat dalam program ini mendapatkan pelatihan komprehensif tentang teknik bertani modern. Mereka diajarkan cara menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian dengan benar. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal berharga yang dapat mereka gunakan sebagai modal usaha atau pekerjaan setelah bebas nanti.

“Kami memastikan bahwa mereka tidak hanya bekerja, tetapi betul-betul mempelajari teknik bertani modern. Keterampilan ini adalah bekal berharga yang dapat mereka gunakan sebagai modal usaha atau pekerjaan setelah bebas nanti,” tambah Kalapas Andik Dwi Saputro.

Dengan adanya program ini, Lapas Klaten tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga menjadi pusat pelatihan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan Lapas Klaten dalam menyulap lahan tidur menjadi kebun produktif adalah contoh nyata bagaimana pemasyarakatan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain di seluruh Indonesia untuk melakukan hal serupa.

( Desi )

Komentar Klik di Sini