MALANG-Metropaginews.com || Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar resmi mengukuhkan Badan Persaudaran Antar Iman (BERANI) sebagai badan otonom (Banom) Partai Kebangkitan Bangsa.
BERANI diharapkan menjadi jembatan komunikasi antar penganut keyakinan di Indonesia sehingga meminimalkan potensi perpecahan bangsa.
Tingginya loyalitas umat beragama di Indonesia harus menjadi modal besar bagi terciptanya harmoni bangsa.

Keikutsertaan elemen masyarakat termasuk BERANI dalam mempromosikan komunikasi antar penganut keyakinan, hal itu akan meminimalkan potensi kesalahpahaman dan perpecahan karena keyakinan,” kata Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BERANI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2022), melalui keterangan Ahmad Yani Budi Santoso Ketua Umum Relawan Desa Nusantara pada wartawan Metropaginews. Selasa 1/11/2022.
Dia (Muhaimin) menjelaskan, agama dan keyakinan sebagai pondasi kehidupan bernegara relatif kokoh dan teruji selama puluhan tahun. Namun, saat ini pondasi kehidupan bangsa tersebut menghadapi tantangan perubahan jaman dalam bentuk radikalisme, hingga pola hidup pragmatis.
“Tantangan ini harus dihadapi secara sungguh-sungguh sehingga agama dan keyakinan sebagai modal besar dalam kehidupan berbangsa tetap terjaga,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR ini mengungkapkan, setidaknya ada tiga tantangan besar yang mengancam harmonisasi kehidupan umat beragama di Indonesia. Pertama, menurunnya semangat nasionalisme seiring kian tipisnya batas lintas negara akibat kemajuan teknologi.
“Tantangan ini harus dihadapi secara serius dengan menguatkan semangat nasionalisme dalam mengelola bangsa kita. Tantangan ini bisa diatasi dengan membangun kesadaran sosial. Berbagai program yang membangun semanagat persatuan dan nasionalisme bisa dijalankan melalui pendidikan, kultur dan budaya,” tegas Muhaimin.
Tantangan kedua, kata dia, adalah munculnya hambatan kebebasan beragama baik dari sisi produk legislasi maupun ancaman horizontal yang muncul dari dalam maupun luar negeri. Situasi ini membutuhkan langkah konkret baik legislatif dan eksekutif. Tapi, peran masyarakat juga cukup penting dalam memecahkan tantangan kedua ini.
“BERANI harus menjadi lembaga advokasi untuk memastikan kebebasan beragama dan menjalankan keyakinan. Baik melalui review legislasi maupun advokasi memberikan perlindungan langsung bagi warga negara yang terancam kebebasan beragamanya,” ucapnya.
Tantangan ketiga, bangsa Indonesia yang terdiri dari agama dan keyakinan memiliki ketaatan dan loyalitas tinggi bagi agama dan keyakinan masing-masing. Sisi positifnya hal itu bisa jadi pondasi kehidupan bermasyarakat, negatifnya bisa saling curiga antar keyakinan.
Sementara itu Ketua DKN Garda Bangsa Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, Bro Abdul Aziz menyampaikan, Kata Yani, bahwa ketua DKN Garda Bangsa juga sangat mengapresiasi langkah berani Gus Muhaimin selaku Ketua Umum PKB membentuk dan mengukuhkan organisasi Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) dalam upaya mencegah perpecahan antar umat beragama ditengah polarisasi Pemilu 2019 yang dampaknya sampai saat ini masih sangat terasa.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa pro kontra yang terjadi di masyarakat baik antar umat islam maupun antar umat beragama lainnya dewasa ini sangat memprihatinkan atas upaya-upaya adu domba sesama warga negara khususnya yang dilakukan oleh para buzzer di media sosial sehingga menciptakan jarak bahkan permusuhan di lapisan masyarakat.
Harapan Ketua DKN, ucap Yani. Dengan adanya BERANI ini, maka seluruh umat beragama tidak lagi bisa diprovokasi dan turut menjadi garda terdepan mencegah upaya polarisasi khususnya isu SARA yang sengaja diciptakan pihak tertentu menjelang tahun politik 2024, pungkasnya.
Reporter : Zaenal A.


Komentar Klik di Sini