BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM || Hasil pangan olahan tanaman singkong, kini bisa dikatakan mengalami Fluktuatif dalam pertumbuhan perkembangan tanaman akibat dampak hama yang menyerang busuk akar batang, Rabu (29/4).
Sidomulyo Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore yang berdekatan dengan wilayah pegunungan kaki gunung raung sangat berpotensi akan hasil perkebunan dan pertaniannya. Salahsatunya, tanaman singkong yang diolah menjadi tape minimal 1 ton perharinya.

Diungkapkan seorang pengelola / pengusaha Tape yang dikenal dengan panggilan Pak Rudi mengakui sudah bertahun – tahun mengelola usaha tape dengan omzet perhari antara 1 hingga 1/2 ton perharinya.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Dikatakannya, dalam pengelolaan buah singkong jenis tertentu saja yang dalam pengelolaannya bisa maksimal.
“Singkong berjenis Krentil yang daunnya berwarna agak kuning dan batang singkongnya bewarna merah. Jenis singkong ini sangat bagus hasilnya jika dibuat tape,” Ujarnya.

Diakuinya, akhir – akhir ini sejumlah lahan tanaman singkong mengalami kendala akan pertumbuhan pada tanaman singkong. Hal itu sangat terlihat saat berada dikebun pertumbuhannya tidak merata.
“Semoga ada solusi untuk mengantisipasi hama itu. Alhamdulillah hingga saat ini masih terus ada pengiriman ke pelanggan yang ada disekitar Banyuwangi dan tape yang saya produksi kota kirim ke Pamekasan Madura,” Ungkapnya.
(Tyo)


Komentar Klik di Sini