BerandaDaerahProyek Rehab Lokbin Lorong 103 Permai Dinilai Kacau dan Amburadul, UMKM Diduga...

Proyek Rehab Lokbin Lorong 103 Permai Dinilai Kacau dan Amburadul, UMKM Diduga Tutup Mata

JAKARTAMETROPAGINEWS.COM II
Proyek rehabilitasi Gedung Lokasi Binaan (Lokbin) Lorong 103 permai,Koja,Jakarta Utara, yang dikerjakan oleh PT Raja Wali Tangguh Laksana menuai sorotan. Proyek yang seharusnya meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat justru dinilai dikerjakan secara amburadul dan tidak sesuai standar. Umkm

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerjaan seperti pemasangan atap, ubin, pengecatan, hingga plesteran terlihat kurang rapi dan diduga tidak memenuhi standar teknis.

Bahkan, proses pemotongan atap menggunakan gerinda menimbulkan gangguan serius bagi warga di bawahnya. Serpihan material atap beterbangan dan sempat mengenai warga yang melintas.

Tak hanya itu, para pekerja proyek juga ditemukan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan, sepatu kerja, rompi, maupun sabuk pengaman sebagaimana standar keselamatan kerja.

Ironisnya, papan proyek pun tidak dipasang di lokasi, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran, sumber dana, maupun durasi pekerjaan. Padahal, proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak rakyat.

Sejumlah pedagang di lokasi Lokbin mengungkapkan bahwa para pekerja sempat mengalami keterlambatan pembayaran upah. Kondisi tersebut bahkan memicu adu mulut antara pekerja dan pihak terkait, hingga akhirnya beberapa tukang pemasang keramik memilih meninggalkan pekerjaan.

Dari hasil pengamatan media Pada Rabu(17/12/2025), proses pengecatan dinding juga diduga tidak sesuai prosedur. Tembok lama yang seharusnya dikerok dan dibersihkan terlebih dahulu, justru langsung dicat tanpa melalui tahapan perbaikan dasar.

Tim media telah mencoba menghubungi Suku Dinas UMKM Jakarta Utara untuk meminta penjelasan terkait proyek tersebut. Namun, hingga saat ini pihak Sudin UMKM belum memberikan keterangan yang jelas.

Selain itu,pada Senin(15/12/2025), saat angin kencang melanda wilayah tersebut, atap bangunan yang baru diperbaiki dilaporkan jatuh dan beterbangan, menambah kekhawatiran warga dan pedagang terhadap kualitas pengerjaan proyek.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pembantu Kota (Irbanko) Jakarta Utara, Danu, saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan.
“Terima kasih informasinya, Pak. Nanti akan saya panggil Sudin UMKM,” ujarnya singkat.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar proyek rehabilitasi fasilitas publik benar-benar dikerjakan secara profesional, transparan, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

( Tjip )

Komentar Klik di Sini