BerandaDaerahSampah Menggunung 4 Meter di TPS Liar Kolong Tol Tanjung Priok Resahkan...

Sampah Menggunung 4 Meter di TPS Liar Kolong Tol Tanjung Priok Resahkan Warga

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Sampah masih menjadi masalah besar di Jakarta karena minimnya infrastruktur Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Kolong Tol Wiyoto Wiyono dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh warga hingga menumpuk setinggi beberapa meter.

Akibat dari sampah tersebut menimbulkan bau busuk yang tak sedap, serta lalat berterbangan di mana-mana hingga ke pemukiman warga. Warga sekitar merasa resah melihat tumpukan sampah dan bau menyengat yang mengganggu pernapasan. (6/11/2025)

Sampah yang menggunung setinggi 4 meter dengan luas tanah lebih dari 50 meter tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah liar di kolong tol, tidak jauh dari Sekolah Kencana, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok.

Menurut warga bernama Suyitno, sampah tersebut berasal dari empat kelurahan, yaitu Kebon Bawang, Sungai Bambu, Warakas, dan Papanggo.

“Kalau kolong tol ini jadi tempat pembuangan sampah sudah dari tahun berapa sih, Pak?”

Suyitno menjawab, “Sebenarnya kalau dipikir, pembuangan di sini sudah ada 15 tahun.”

“Ini karena keterbatasan TPS di daerah Tanjung Priok atau bagaimana, Pak?”

“Ya, ini karena tidak ada TPS lain. Namanya masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang pasti dari pemerintah, akhirnya kolong tol dijadikan tempat buang sampah. Kolong tol itu pun istilahnya bukan milik pemerintah, tapi masyarakat yang membuang begitu saja.”

“Ini luas lahannya berapa, Pak?”

“Dari kotak ke sini aja udah ketahuan, ya. Ada sekitar 50 meter lebih, tingginya 4 meter, dan terus bertambah setiap hari. Karena pemasukan sampah satu harinya bisa lima mobil, tapi yang diangkut cuma dua. Jadi ada tiga mobil yang menumpuk.”

“Berarti warga sudah protes ya, Pak?”

“Sudah. Warga sudah lewat JAKI, lewat berbagai cara, tapi sampai saat ini belum ada tindakan.”

“Bau sampah ini berdampak ke lingkungan RT/RW berapa aja, Pak?”

“Bau sampah ini sudah sampai ke RW 8, RW 9, apalagi RW 5 yang paling dekat. Kalau kena angin, udaranya menyebar ke mana-mana. Tempat ibadah juga paling dekat, cuma beberapa meter dari tumpukan sampah.”

“Harapan Bapak sendiri bagaimana, Pak?”

“Harapan saya agar sampah ini segera dituntaskan oleh petugas Sudin Lingkungan Hidup. Penanganannya harus benar-benar serius.”

Sampah Menggunung 4 Meter di TPS Liar Kolong Tol Tanjung Priok Resahkan Warga

BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan

Ridwan, Ketua RT 06 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, mengatakan:

“Udah lama ya, sekitar 25 tahun dijadikan tempat sampah, tapi tidak resmi.”

“TPS liar berarti, Pak?”

“Iya, TPS liar. Karena tanahnya milik CMNP, bukan tanah negara.”

“Warga yang terdampak itu RT berapa aja, Pak?”

“Yang jelas RT 6, RT 7, RT 5, dan RT 4 terdampak. Apalagi kalau musim hujan.”

“Terdampaknya seperti apa, Pak?”

“Ya, polusi udara, lalu lalat banyak di rumah-rumah.”

“Baunya biasanya tercium di jam berapa aja, Pak?”

“Setiap hari, setiap saat. Apalagi kalau angin besar dan hujan, baunya makin parah.”

“Berarti begitu menyiksa warga ya, Pak?”

“Udah pasti.”

“Kalau harapan Bapak sebagai Ketua RT gimana, Pak?”

“Harusnya diberi solusi oleh pihak yang berwenang. Warga bukan nggak komplain, tapi udah bosan. Kalau dibuat TPS resmi, mungkin lebih baik. Sampah bisa terangkut terus, nggak menumpuk begini.”

“Pengangkutan sampah yang lewat perumahan warga itu mengganggu nggak, Pak? Air lindinya kan jatuh?”

“Iya, sangat mengganggu. Bikin jalan licin, dan airnya bau.”

Warga berharap agar Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara segera bertindak cepat mengatasi permasalahan sampah ini, karena bau dan lalat yang berterbangan bisa menjadi sumber penyakit, tutur warga.

(Tjip)

Komentar Klik di Sini