KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten, terpilih sebagai salah satu kandidat dalam ajang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Klaten. Sribit akan bersaing dengan lima desa lainnya dari enam kecamatan pada Jumat, 15 Mei 2025.
Daftar Desa Kandidat Lomba
Masing-masing kecamatan mengirimkan satu desa sebagai perwakilan dalam lomba ini. Berikut daftarnya:
1. Kecamatan Delanggu: Desa Sribit
2. Kecamatan Juwiring: Desa Trasan
3. Kecamatan Bayat: Desa Jarum
4. Kecamatan Polanharjo: Desa Sidowayah
5. Kecamatan Jatinom: Desa Puluhan
6. Kecamatan Kebonarum: Desa Mlinggi.

Tujuan Lomba Desa
Mengacu pada Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, lomba ini bertujuan mendorong desa-desa agar terus meningkatkan potensi dan pembangunan wilayahnya, terutama di bidang ketahanan pangan.
Dalam pelaksanaannya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan dapat berperan aktif dalam produksi, pengolahan, serta pemasaran hasil pertanian dan peternakan.
Kriteria Penilaian Lomba Desa
Adapun aspek penilaian dalam lomba desa ini meliputi:
Administrasi dan keuangan
Infrastruktur dan fasilitas
Inovasi dalam pembangunan desa
Partisipasi dan kesadaran masyarakat
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Klaten, WS Rahayu, menyampaikan bahwa lomba ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Daya Saing dan Evaluasi Pembangunan
“Melalui lomba ini, diharapkan muncul berbagai inovasi dan ide kreatif antar desa, yang nantinya bisa berdampak pada peningkatan pendapatan desa,” ungkap WS Rahayu.
Selain itu, lomba ini juga
menjadi ajang evaluasi tahunan bagi pelaksanaan program desa, termasuk administrasi dan capaian kinerja kepala desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Inovasi Unggulan Desa Sribit
Kepala Desa Sribit, Alibi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan dua inovasi di bidang ketahanan pangan, yaitu produksi beras dan ternak ayam petelur. Saat ini, desa memiliki 400 ekor ayam petelur yang mampu menghasilkan pendapatan desa sebesar Rp 1.500.000 per bulan.
“Ke depan, jumlah ayam akan ditingkatkan menjadi 1.000 ekor untuk meningkatkan pendapatan desa,” paparnya.
Sementara itu, Camat Delanggu Drs. Joko Supraja menambahkan bahwa produksi beras menjadi prioritas utama ketahanan pangan di Sribit, terutama melalui penguatan fasilitas mesin penggilingan padi.
Arah Program Makan Gizi Gratis (PMGG)
Terkait program nasional Makan Gizi Gratis (PMGG) yang dicanangkan tahun 2025, WS Rahayu optimistis bahwa desa-desa seperti Sribit memiliki potensi besar untuk mendukung program tersebut.
“Jika kesejahteraan masyarakat desa sudah terpenuhi, maka kelebihan hasil produksi bisa dijual dan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan PMGG,” pungkasnya.


Komentar Klik di Sini