YOGYAKARTA – METROPAGINEWS.COM ||
Wuri Rahmawati, Koordinator Wadah Komunikasi Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta, resmi mengumumkan penutupan kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Aksi solidaritas yang digerakkan oleh para pengemudi ojek online tersebut berjalan selama beberapa hari dengan tujuan mengumpulkan bantuan bagi saudara-saudara yang terdampak. Dalam pernyataannya, Wuri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas partisipasi rekan-rekan driver dan masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk meringankan beban saudara-saudara kita di NTT (20/08/2026).
Secara resmi Wakanda melaporkan bahwa total donasi yang terkumpul mencapai Rp 2.201.500. Dana tersebut telah diserahkan langsung kepada Komunitas Oreo Yogyakarta, sebuah gabungan mahasiswa asal NTT yang juga aktif menggalang bantuan untuk Flores dan wilayah terdampak lainnya. Penyerahan dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh beberapa perwakilan Wakanda serta anggota Komunitas Oreo, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas atas pengelolaan dana yang dikumpulkan. Wuri menegaskan bahwa penyerahan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan ke tangan yang membutuhkan.

Dalam pesannya kepada para donatur dan relawan, Wuri menyampaikan, “Selamat malam Bapak dan Ibu juga semua rekan-rekan Wakanda dimanapun berada. Saya mewakili teman-teman dari Manggarai mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas donasi, bantuan, dukungan, serta doa dari teman-teman WAKANDA. Semoga segala hal yang baik selalu menghampiri Bapak/Ibu dan semua rekan WAKANDA yang telah menggelar aksi penggalangan dana WAKANDAPRAYFORNTT dan DARIWAKANDAUNTUKFLORES.” paparnya. Ucapan itu bukan sekadar formalitas, ia memuat rasa syukur tulus atas kepedulian kolektif yang muncul dari komunitas kecil namun penuh empati.
Penutupan penggalangan dana oleh Wakanda Yogyakarta bukan akhir dari kepedulian, melainkan titik awal bagi langkah-langkah lanjutan. Komunitas penerima bantuan, seperti Komunitas Oreo, memiliki jaringan lokal dan pemahaman kontekstual yang lebih baik untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Di masa pasca bencana, kebutuhan yang paling mendesak sering kali meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan. Selain itu, dukungan psikososial dan bantuan untuk pemulihan mata pencaharian juga menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi jangka panjang.
Kondisi di NTT pasca bencana menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya soal memperbaiki fisik yang rusak, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan pada lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan. Akses ke pelayanan kesehatan dan pendidikan terganggu, sementara infrastruktur seperti jalan dan jembatan memerlukan perbaikan agar bantuan dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal. Oleh karena itu, bantuan yang datang dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun komunitas lokal, harus terkoordinasi agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Aksi Wakanda Yogyakarta menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas komunitas ojol dapat memberi kontribusi berarti. Meski jumlah yang terkumpul mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan kebutuhan total di lapangan, namun nilai kemanusiaan dari tindakan tersebut jauh melampaui angka. Bantuan kecil yang datang cepat sering kali menjadi penolong pertama bagi keluarga yang baru saja kehilangan segalanya. Selain itu, aksi-aksi seperti ini menjaga agar perhatian publik tidak padam begitu saja setelah berita utama bergeser, sehingga aliran bantuan dan dukungan moral tetap mengalir ke daerah terdampak.
Wuri dan seluruh pengurus Wakanda Yogyakarta mengajak masyarakat untuk terus peduli, tidak hanya pada momen-momen darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang. Ia menghimbau agar dukungan dapat diberikan melalui saluran yang jelas dan terpercaya, serta mendorong transparansi dalam pengelolaan bantuan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Penyerahan dana kepada Komunitas Oreo menjadi langkah konkret yang menunjukkan komitmen Wakanda untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan.
Di akhir pernyataannya, Wuri kembali menegaskan rasa terima kasih dan harapan, semoga bantuan kecil ini dapat meringankan beban saudara-saudara di NTT dan menjadi pengingat bahwa kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama. Kepedulian yang lahir dari komunitas kecil seperti Wakanda Yogyakarta membuktikan bahwa ketika banyak tangan bergandengan, luka bersama bisa sedikit terobati dan harapan untuk bangkit menjadi lebih nyata. Bagi masyarakat yang ingin terus membantu, Wuri menyarankan untuk mengikuti informasi dari kanal resmi komunitas penerima bantuan agar kontribusi dapat disalurkan secara tepat dan efektif.
( Pitut Saputra )

