PURWAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang telah melaksanakan program kerja berbasis literasi digital melalui kegiatan Seminar Teknologi dan Workshop Pengenalan Google Maps dengan tema “Warga Berdaya di Era Digital: Membangun Identitas Lokasi di Google Maps dan Keamanan Transaksi Online”. Diikuti oleh warga setempat dari berbagai latar belakang usia dan profesi, yang terlaksana di Aula Kantor Desa Citalang Kecamatan Tegalwaru Purwakarta diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam bidang teknologi terutama dalam hal penipuan online dan keberadaan identitas lokasi yang akurat di Google Maps untuk mendukung sektor UMKM Desa Citalang.
Pada materi yang pertama mengenai Sosialisasi Teknologi yang dibawakan oleh Abdurrokhman seorang mahasiswa jurusan Sistem Informasi UNSIKA, beliau memaparkan bahwa data laporan masyarakat terkait berbagai kejahatan online; contoh angka yang dicantumkan: Penipuan Online 14.496 laporan, Ancaman Kekerasan 8.614, Pencemaran Nama Baik 6.556, Judi Online 3.675, Hoax 778. (sumber: patrolisiber.id)

Selanjutnya, Abdurrokhman menjelaskan berbagai macam jenis modus-modus umum penipuan online, yaitu App scam (aplikasi palsu/berbahaya), Phishing (tautan atau email palsu untuk memancing data), QRIS scam (mengganti atau manipulasi kode QR pembayaran), dan Social engineering (manipulasi psikologis: pura-pura petugas, bank, dan atasan).
BACA JUGA : Sosialisasi Pengelolaan Sampah Yang Baik oleh Mahasiswa KKN UNSIKA 2025 di Desa Bayurlor
Kemudian, Abdurrokhman memberikan tips untuk terhindar dari penipuan online berupa “Gunakan aplikasi resmi, verifikasi informasi dari sumber terpercaya, jangan sembarangan klik tautan atau membagikan OTP/data pribadi, dan pastikan nomor rekening atau akun diverifikasi dulu sebelum bertransaksi.”

Sesi tanya jawab berlangsung, salah satu peserta yang hadir bertanya “Saya sudah 5 kali mendapat pesanan bodong padahal sudah mengangganti email dan alamat, kenapa masih seperti itu?” Tanya Bapak Surya. Lalu, Abdurrokhman menjelaskan penyebab “paket bodong” (paket fiktif COD) adalah modus penipuan yang memanfaatkan data pribadi curian dari belanja online, aplikasi, atau link jebakan, di mana pelaku mengirim paket berisi barang acak atau kosong kealamat korban dan meminta pembayaran COD agar penerima tertipu dan membayar”.
Pada materi kedua yang berjudul Workshop Pengenalan Google Maps untuk Meningkatkan Profil Usaha Desa Citalang yang dibawakan oleh Muhammad Zaid Ayyasy mahasiswa jurusan Manajemen, beliau membahas pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya Google Maps, dalam mendukung pengembangan usaha UMKM di Desa Citalang. Google Maps diperkenalkan sebagai layanan pemetaan digital yang membantu masyarakat, pendatang, maupun konsumen menemukan lokasi usaha dengan mudah dan akurat hanya dengan mengetikkan nama tempat. Pemanfaatan Google Maps dinilai penting karena dapat meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pasar, serta memperbaiki citra dan kepercayaan konsumen terhadap UMKM desa. Selain itu, Ayas menjelaskan bahwa pendaftaran usaha di Google Maps bersifat gratis dan mudah diakses, sehingga dapat menjadi solusi atas keterbatasan promosi usaha desa.

Kelompok KKN Desa Citalang juga berhasil mendaftarkan dua usaha milik warga Desa Citalang yakni APJ Loster dan Roster NK Abadi sebagai wujud nyata Kuliah Kerja Nyata yang diharapkan dapat membantu Masyarakat Desa Citalang dalam bidang teknologi dan memajukan UMKM warga.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN Desa Citalang tidak hanya berperan sebagai fasilitator transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendorong peningkatan kapasitas digital masyarakat. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis warga terhadap pemanfaatan teknologi secara produktif dan aman, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
Kelompok KKN Desa Citalang berharap kegiatan Seminar Teknologi dan Workshop Pengenalan Google Maps ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Dengan meningkatnya literasi digital, warga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama.
(Kelompok KKN UNSIKA Desa Citalang, 2026)


Komentar Klik di Sini