KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Water Gong Resto Pusur, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dengan menggelar agenda donor darah rutin tiga bulanan. Kegiatan ini melibatkan karyawan, manajemen, pengunjung, serta masyarakat umum, menjadikan resto bukan sekadar destinasi wisata kuliner, tetapi juga ruang publik yang konsisten mendukung kesehatan masyarakat (03/08/2026).
Donor darah di Water Gong Resto telah menjadi agenda tetap setiap tiga bulan sekali. Dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten, kegiatan ini berjalan sesuai prosedur transfusi darah yang aman. Tenaga medis PMI memastikan setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pengambilan darah, dilakukan secara tertib dan higienis.

Kegiatan ini terbuka bagi umum, tidak hanya karyawan dan manajemen resto, tetapi juga pengunjung yang sedang berwisata serta warga sekitar. Antusiasme masyarakat memperlihatkan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi bagian dari budaya kepedulian bersama.
Sebelum berdonor, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta riwayat kesehatan singkat. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mereka diarahkan menuju ruang pengambilan darah yang disiapkan dengan standar keamanan tinggi. Usai mendonorkan darah, peserta mendapat layanan pemulihan berupa minuman, makanan ringan, serta area istirahat.
Totok Yunianto, perwakilan manajemen Water Gong Resto, menegaskan bahwa donor darah merupakan agenda rutin yang akan terus dilaksanakan, “Giat donor darah ini adalah agenda rutin tiga bulanan. Tidak hanya untuk karyawan dan manajemen, tetapi juga terbuka bagi pengunjung serta masyarakat umum. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi wadah kepedulian sosial sekaligus menjaga kesehatan bersama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pengelola resto dalam menjadikan lokasi wisata bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Anto, salah seorang peserta donor darah, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi, “Saya merasa bangga bisa mendonorkan darah di sini. Selain membantu sesama, kegiatan ini juga membuat saya lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Setiap kali ikut donor, saya merasa lebih tenang karena tahu darah saya bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Kehadiran peserta seperti Anto menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini.
Kolaborasi dengan PMI kabupaten Klaten menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Tenaga medis PMI yang profesional memastikan setiap tahapan donor darah sesuai standar. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, penyediaan hand sanitizer, hingga pengaturan jarak di area tunggu.
Selain menambah stok darah yang sangat dibutuhkan rumah sakit, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. Petugas medis memberikan informasi singkat mengenai manfaat donor darah, pola hidup sehat, serta tips pemulihan pasca-donor. Bagi sebagian peserta, donor darah menjadi kesempatan untuk memantau kondisi kesehatan tubuh secara berkala.
Dengan terselenggaranya kegiatan donor darah rutin ini, Water Gong Resto Pusur semakin meneguhkan perannya sebagai ruang publik multifungsi. Tidak hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga menjadi wadah kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat.
Manajemen berharap kedepan jumlah pendonor terus meningkat pada pelaksanaan berikutnya. Mereka juga mengajak masyarakat yang belum sempat ikut kali ini untuk mempersiapkan diri agar dapat berpartisipasi pada agenda donor darah selanjutnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola wisata, PMI, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat sosial yang berkelanjutan. Donor darah di Water Gong Resto Pusur bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas yang memperkuat ikatan antar warga.
Setiap tetes darah yang terkumpul tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong di tingkat lokal. Water Gong Resto Pusur menunjukkan bahwa destinasi wisata dapat berperan lebih luas, menjadi pusat rekreasi sekaligus ruang kemanusiaan yang memberi manfaat nyata bagi sesama.
( Pitut Saputra )


Komentar Klik di Sini