BerandaPendidikanMAFINDO Wonosobo dan IGI Banjarnegara Gelar Pelatihan AI, Dorong Guru Adaptif Teknologi

MAFINDO Wonosobo dan IGI Banjarnegara Gelar Pelatihan AI, Dorong Guru Adaptif Teknologi

BANJARNEGARA – METROPAGINEWS.COM || Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wonosobo berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Banjarnegara menggelar Pelatihan AI Goes to School di Sasana Adipraja, Kompleks Setda Banjarnegara, Senin (21/9/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong para pendidik agar semakin adaptif, cerdas, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Pelatihan diikuti 125 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK/PAUD/KB, SD/MI, PKBM/Sekolah Inklusi, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MAN/SLB.

20260922 211154 0000

Selain para pendidik, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah unsur masyarakat dan praktisi pendidikan, di antaranya GP Ansor, Fatayat NU, Pramuka (Kwaran), HIMPAUDI, LP Ma’arif, serta 65 anggota IGI Banjarnegara.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, S.H., M.Si., yang hadir mewakili Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Lc.

Dalam sambutannya, Yusuf menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus modernisasi, termasuk dalam pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran.

“AI harus dipandang sebagai kawan, bukan lawan. Manfaatkan untuk mendukung pembelajaran, tetapi tetap harus bijak dan mampu mengendalikan diri dalam menggunakannya,” tegas Yusuf.

20260922 211314 0000

Pesan tersebut sejalan dengan semangat MAFINDO, yakni “Cerdas, Bijak, Bermanfaat”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Enam Modul Praktik Berbasis LMS

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan memadukan penyampaian materi dan praktik langsung melalui platform Learning Management System (LMS).

Peserta mendapatkan pembelajaran secara bertahap melalui enam modul yang membahas pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Materi di antaranya mencakup pengenalan dasar AI untuk pendidikan, pembuatan media pembelajaran interaktif, penyusunan instrumen asesmen, serta etika dan tata kelola penggunaan AI.

Untuk memperoleh sertifikat resmi dari MAFINDO dan IGI, seluruh peserta diwajibkan mengikuti rangkaian proses pembelajaran, mulai dari mengerjakan pre-test, menyelesaikan praktik setiap modul hingga mengunggah tugas akhir melalui platform LMS.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan semarak. Selain sesi materi dan praktik, panitia juga menyisipkan ice breaking serta pembagian doorprize untuk meningkatkan antusiasme peserta.

Guru Rasakan Manfaat Pemanfaatan AI

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan setelah mengikuti pelatihan. Salah satunya disampaikan Sugiarti, S.Pd., guru Bahasa Inggris SMPN 3 Susukan.

Ia mengaku sebelumnya masih memiliki keterbatasan pemahaman mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris.

“Awalnya pemahaman saya tentang AI untuk pembelajaran Bahasa Inggris sangat terbatas. Setelah pelatihan ini, saya mendapat ilmu yang luar biasa untuk ditularkan ke rekan guru dan diimplementasikan langsung kepada siswa,” ungkap Sugiarti.

Hal senada disampaikan Haruna Rosid, S.Pd., guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Banjarnegara. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi tenaga pendidik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inovatif.

Ia menilai pemanfaatan AI dapat membantu guru menghadirkan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan siswa di tengah perkembangan era digital.

Sementara itu, Ketua IGI Banjarnegara Widianto, S.Pd., berharap kolaborasi antara MAFINDO dan IGI dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan literasi teknologi para pendidik sekaligus membangun kesadaran mengenai penggunaan AI secara tepat dan bertanggung jawab.

“Harapannya, para pendidik di Banjarnegara semakin melek teknologi, tetapi tetap memahami batasan dan etika dalam pemanfaatan AI sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup sekitar pukul 15.00 WIB dengan penyampaian Rencana Tindak Lanjut (RTL), pembagian hadiah, serta foto bersama seluruh peserta.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan materi di lingkungan sekolah sehingga pemanfaatan AI mampu mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan bertanggung jawab.

(Heri M)

Komentar Klik di Sini