Cimahi-metropaginews.com || Pemerintah kota Cimahi melalui Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPKP) , mensosialisasikan Sanitasi Berbasis Masyarakat DAK TA 2023 tingkat Kelurahan Baros. Acara berlangsung di gedung aula Kelurahan Baros, Jl. Haji Haris, No.8B, Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (26/02/2023).
Tampak hadir di acara tersebut, PJ Wali kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. S.Si, MM.,
Camat Cimahi Tengah, Asep Bahtiar, S.Sos., M.Si., Kepala DPKP, Endang, Lurah Baros, Anake Puspitasari Kesumajana, S.Si., dan jajaran, berserta warga yang menerima manfaat.
Saat diwawancara media, PJ Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan,
Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat ini merupakan program lanjutan yang sudah di mulai
Sejak tahun 2010.
” Kegiatan yang kami lakukan secara bersinambungan, karena kami merasakan bahwa
Kualitas sanitasi di kota Cimahi harus terus diupayakan sehingga menjadi lingkungan yang lebih baik dan lebih sehat. Dan ini
tentunya harus di imbangi dengan sosialisasi yang bersifat edukasi, sehingga bisa merubah paradigma masyarakat, bisa mengubah perilaku dalam hal Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Ini merupakan tugas kita bersama bukan hanya pemerintah Kota saja, dalam ini kita kita melibatkan Dinas kesehatan (Dinkes) Dinas pendidikan, (Disdik) dan juga perangkat lainnya yang memiliki kewenangan untuk mendukung terciptanya sanitasi ini,” katanya.
Dikdik juga menjelaskan, ada 480 uunit yang akan kita sambungkan, ini belum termasuk dengan 250 unit septictank individu sekitar 730 unit jumlah yang cukup besar.
Adapun dana ini yang 480 bersumber dari DAK.
Kegiatan sosialisasi ini adalah kegiatan yang bersumber dari DAK,” ucapnya.
Dalam hal ini Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang,
Memaparkan, kegiatan sosialisasi kepada calon penerima manfaat yang akan menerima program
Sanitasi Barbasis Masyarakat di kelurahan Baros.
“Untuk tahun 2023 di Kota Cimahi ada 5 kelurahan yang akan di bangun Septictank komunal, untuk di kelurahan Baros ini ada dua lokasi yaitu di RW 16 dan di RW 18.
Program sanitasi berbasis masyarakat ini bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus,
(DAK) dari pemerintah pusat.
“Dalam hal ini kami melakukan sosialisasi dulu agar masyarakat bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk kita bangun Septictank nya, dan di lanjutkan sosialisasi dengan pemanfaatan untuk pengelolaan setelah di bangun sanitasi tersebut, di kelurahan Baros ini merupakan sosialisasi yang pertama,” Jelasnya.
Endang juga menjelaskan, bahwa pembangunan sanitasi yang menjadi sasarannya adalah masyarakat, atau pemukiman yang belum memiliki Septictank
yang selama ini membuang limbah domestik nya ke sungai, atau Buang Air Besar Sembarangan (BABS),
“Tahun 2023 yang mendapatkan program Sanitasi Barbasis Masyarakat, di kelurahan Melong, Baros,Karangmekar, Leuwigajah dan kelurahan Cibabat, yang mendapatkan saluran setpitank komunal,” imbuhnya.
Lurah Baros, Anake Puspitasari Kesumajana, S.Si.,
Menyambut baik dengan adanya program Sanitasi Berbasis Masyarakat,
“Di Kelurahan Baros ini yang akan mendapatkan program ini ada dua RW yaitu RW 16 dan 18, sebanyak 60 rumah di satu RW nya yang mendapat Sambungan Rumah (SR).
Anake Puspitasari Kesumajana menghimbau kepada masyarakat yang telah mendapatkan saluran sanitasi Berbasis Masyarakat ini agar bisa menjaga dengan baik dan di pelihara dan jangan membuang sampah ke dalam kloset. Dan harapan kami dengan di bangun nya komunal ini warga Kelurahan Baros ini tidak lagi
Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dan tetap harus menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Reporter : Rustandi


Komentar Klik di Sini