Cimahi-metropaginews.com || Cireundeu berasal dari nama “Pohon Reundeu”, karena sebelumnya di kampung ini banyak sekali populasi pohon Reundeu. Pohon Reundeu itu sendiri ialah pohon untuk bahan obat herbal. Maka dari itu kampung ini di sebut Kampung Cireundeu. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan yang sebagian besar bermata pencaharian bertani ketela. Sebagian besar penduduknya memeluk dan memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan hingga saat ini.acara-acara pentas seni seperti kidung bumi segandu, jaipongan, pencak silat, karinding, calung,marawis, dan ditutup dengan Pagelaran wayang golek,Dalang Dandan Dede Amung S., Sabtu (20/082022) malam.

Hadir pada acara tersebut, Wali kota Cimahi, Letkol ( Purn ) Ngatiyana S.A.P., Sekcam Kecamatan Cimahi Selatan, Asep Jayadi, S.E., MM.,
Lurah Leuwigajah Seta Dewa Nugroho, SSTP., M. Si.,
Suku Adat Saka Sunda Abah Widi,
Sekretaris lurah Leuwigajah Juanda beserta jajaran, Kepala Damkar kota Cimahi, UusSupriyadi, S,Sn., M.M.,
Bhabinkamtibmas Polsek Cimahi Selatan, Aiptu Ricky Vernando. S, Babinsa Koramil 0908, /Cimahi Tengah, Sertu Lesmana,
Ketua RW 10 Leuwigajah, Cep Sutiyana, dan tokoh Masyarakat.

Dalam pidatonya, Walikota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., menyampaikan ;
“Sebelumnya saya ucapkan rasa terimakasih saya kepada Allah SWT yang mana telah memberikan Rahmat dan hidayah nya kepada kita semua. Acara ini adalah Syukuran tutup tahun 1955 dan menyambut tahun baru 1956 Saka Sunda. Pada kesempatan ini saya mewakili pemerintah kota Cimahi untuk menyampaikan
Selamat Tahun baru 1956 Saka Sunda. Mudah- Mudahan pada hari ini kita dalam lindungan Alloh SWT dan d lancarkan segala urusannya.
Saya sangat senang sekali dan takjub kepada Masyarakat Kampung Cirendeu dan Semoga setiap Tahun nya bisa melakukan nya Syukuran Saka Sunda, semoga saja kita bisa menjaga dan melestarikan nya Adat Saka Saka ini. Di Tengah
Tengah kemajuan Jaman dengan adanya budaya Lokal bisa mempengaruhi Adat Adat budaya kita sendiri.sebagaimana kita ketahui kota Cimahi sebagai kota Otonom yang Umur nya sudah mencapai 21 tahun.yang sudah mengupayakan Lebih dalam mengembangkan pembangunan di segala bidang.supaya bisa d rasakan oleh Masyarakat kota Cimahi. Kalau kita meceritakan budaya Cimahi artinya kita meceritakan budaya kampung Cireundeu dan suku Saka Sunda,” ucapnya.

Ketua suku Adat Abah Widi, menuturkan, bahwa
Persiapan acara sudah dipersiapkan dari jauh jauh hari hingga memakan waktu 1 tahun. Masyarakat di sini sudah mempunyai konsep masing masing, puncak Pagelaran
Wayang golek dengan Dalang Dandan Dede Amung Sunarya.
“Acara digelar dari pagi hari ada Upacara Adat dan doa bersama yang bernama LINTAS IMAN dari 6 agama dan satu perwakilan dari suku adat.Adapun biaya ini Abah tegaskan, untuk urusan masyarat adat tidak tergantung pada orang lain. Hanya Swadaya masyarakat suku adat disini. Harapan saya kedepannya Kampung Cireunde ini, masuk kota Cimahi, pemerintahan kota terus mendorong, menjaga dan melindungi suku adat disini, Karena setiap tahun harus dilakukan acara Adat. Acara puncak ini untuk umum yang masih suka dengan pagelaran Wayang golek,” tuturnya.
Reporter : Rustandi
Editor : Tedy Yana Setiawan


Komentar Klik di Sini