BerandaLintas PeristiwaDiduga Tak Transparan, Seleksi PJLP Sekuriti Wanita di UPRS 1 Dinas Perumahan...

Diduga Tak Transparan, Seleksi PJLP Sekuriti Wanita di UPRS 1 Dinas Perumahan Rakyat DKI Jakarta Tuai Sorotan

DiAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Dugaan kecurangan mencuat dalam proses seleksi Pekerja Penunjang Layanan Publik (PJLP) untuk formasi sekuriti wanita di Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) 1 KS Tubun, di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.

 

Seorang peserta seleksi berinisial A (20) mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir seleksi tersebut. Ia mengklaim bahwa dirinya mendapatkan nilai tertinggi dari tiga peserta yang mengikuti proses seleksi, namun justru peserta dengan peringkat nilai di bawahnya yang dinyatakan lolos oleh panitia.

“Saya menduga ada kecurangan. Saya peringkat pertama dari segi akademik, psikologi, dan tes jasmani, tapi justru yang rangking kedua yang diterima. Ini sangat tidak adil,” ujar A saat diwawancarai pada Jumat (9/5/2025).

A menambahkan bahwa pengumuman hasil seleksi dilakukan secara tidak transparan. Ia menyebut bahwa pengumuman hanya disampaikan melalui pesan pribadi di WhatsApp tanpa penjelasan resmi maupun pengumuman terbuka. “Saya hanya diberi tahu lewat WA, tidak ada alasan kenapa saya tidak lolos. Prosesnya juga tertutup, hanya beberapa panitia yang tahu. Ini rawan kecurangan,” tambahnya.

A mengaku mengikuti seleksi tersebut setelah melihat pengumuman daring terkait perekrutan tenaga keamanan wanita di UPRS 1. Merasa memenuhi seluruh persyaratan, termasuk memiliki ijazah dan KTA Satpam serta pengalaman pendidikan satpam, ia yakin bisa lolos.

Namun, kenyataan berbeda. A pun berharap agar proses seleksi bisa diulang dengan mekanisme yang lebih terbuka dan melibatkan saksi dari pihak independen. “Saya minta seleksi ini diulang dari awal dan dilakukan secara transparan. Kalau perlu, semua tahapan bisa disaksikan publik agar tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen UPRS 1 dan Dinas Perumahan Rakyat Provinsi DKI Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kecurangan dalam proses seleksi ini.

Komentar Klik di Sini