BerandaPemerintahDidik Haryadi Anggota DPR RI Dorong Generasi Z Di Klaten: "Pahami 4...

Didik Haryadi Anggota DPR RI Dorong Generasi Z Di Klaten: “Pahami 4 Pilar, Rajut Asa Capai Mimpi”

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR RI Didik Haryadi di Klaten mengajak generasi Z pahami Pancasila, NKRI, dan UUD 45 sebagai landasan meraih mimpi. Juga dibahas pentingnya politik dan kecerdasan media sosial.Sabtu (20/12/25)

 

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI digelar dengan semangat dan antusiasme tinggi di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Jumat (19/12/25). Yang menjadi pembicara utama adalah H. Didik Haryadi ST, SH, MH putra asli Boyolali yang kini menjabat Anggota DPR RI Komisi XI sejak tahun 2024 dari Fraksi V, yang mencakup 4 kabupaten (Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri) dan 1 kota (Surakarta). Acara yang dihadiri kurang lebih dari 50 pemuda dan remaja itu dirancang untuk menjadikan nilai-nilai dasar bangsa sebagai pijakan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Desain tanpa judul 20251220 113148 0000 1

Tanpa basa-basi, Didik langsung mengajak generasi Z untuk mendalami “PBNU” – yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 ,bukan hanya sebagai teks di buku pelajaran, melainkan sebagai pedoman hidup sehari-hari. Menurutnya, pemahaman terhadap keempat pilar ini adalah landasan mutlak agar anak muda bisa merajut asa dan mencapai cita-citanya dengan arah yang jelas. “Generasi muda amat penting dalam berkembangnya bangsa dan mereka adalah motor penggerak perubahan,” tuturnya.

Tanpa pemahaman ini, seseorang tidak akan tahu apa itu bangsa dan negara, bahkan tidak bisa menentukan tujuan dan arahnya yang benar,” tegasnya sambil menatap hadirin yang antusias.

20251220 113501 0000

Sebagai motifator yang berpengalaman, Didik tidak hanya berbicara teori. Dia juga berbagi pengalaman pribadi dengan penuh enerjik, menceritakan lika-liku dan perjuangan yang tidak mudah sejak muda, mulai dari kesulitan ekonomi hingga tantangan dalam mengejar impian menjadi politisi. “Awalnya memang harus berani bermimpi! Tanpa mimpi, kita tidak akan punya tenaga untuk melawan rintangan,” tegasnya.

Kisahnya yang penuh semangat berhasil membuat hadirin terpana dan di harapkan untuk terinspirasi dan lebih dekat dengan pembicara.

Selain 4 Pilar, pembicara yang juga aktif di dunia politik itu juga menjelaskan pentingnya pemahaman politik bagi anak muda sebagai bagian dari kewarganegaraan yang baik. “Jangan takut terjun ke ranah politik meskipun dianggap kurang menyenangkan atau penuh kontroversi. Harapannya, remaja bisa lebih luas pemikirannya dan melihat politik sebagai sarana untuk membangun, bukan hanya berdebat,” ujarnya. Dia menekankan bahwa kedekatan antara anak muda dan pemerintah harus dibangun secara harmonis , bukan dengan cara frontal atau tekanan, melainkan dengan cara mendengar aspirasi, memahami karakteristik generasi sekarang yang cerdas dan terhubung global, serta membuat mereka merasa aman, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. “Kita harus masuk ke dalam dunia mereka , pahami apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka khawatirkan, agar hubungan menjadi lebih erat dan produktif,” jelasnya.

Di era media sosial yang kian merajalela dan penuh informasi yang beragam, Didik juga mengingatkan agar generasi muda bersikap bijaksana dan kritis. “Medsos seperti pisau bermata dua , bisa menjadi alat untuk berbagi pengetahuan dan bertukar ide, tapi jika salah sikap, akan sangat berbahaya dan menimbulkan konflik. Oleh karena itu, nilai-nilai positif dari 4 Pilar harus ditanamkan sejak usia muda untuk merubah mindset negatif menjadi positif, dan membentuk generasi yang bertanggung jawab,” paparnya sambil memberikan contoh kasus yang sering terjadi di media sosial.

Penjabaran yang penuh makna dari Anggota DPR RI tersebut langsung diapresiasi oleh Ketua Ormas Jangkar Kabupaten Klaten, Toha, yang juga hadir. Toha menambahkan, keimanan dan perhatian dari keluarga juga menjadi elemen penting yang tidak boleh terlewatkan dalam perkembangan jiwa anak muda. “Tanpa dukungan keluarga dan keyakinan pada Tuhan, pemahaman terhadap 4 Pilar akan sulit bersarang dalam hati. Semua harus berjalan berdampingan,” ujarnya.

Acara yang diisi dengan sharing yang hangat, tanya jawab yang antusias, dan doa penutup ini diharapkan bisa menjadi pemicu bagi generasi muda Klaten untuk lebih dekat dengan nilai-nilai dasar bangsa, lebih berani berbicara dan terlibat dalam permasalahan bangsa, serta lebih percaya diri meraih impiannya tanpa lupa akar-akar budaya dan negara.

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini