BerandaLintas PeristiwaAtap Ruang Kelas SDN Sribit Delanggu Ambruk, Bangunan Tua Minim Perawatan Jadi...

Atap Ruang Kelas SDN Sribit Delanggu Ambruk, Bangunan Tua Minim Perawatan Jadi Sorotan

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Atap Ruang Kelas 2 SDN Sribit Delanggu ambruk diduga karena tiang kayu penyangga yang lapuk. Beruntung siswa sudah pulang, Bupati Klaten instruksikan Dinas PU cek seluruh bangunan demi keselamatan.Sabtu (4/4/2026)

 

Sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di SDN Sribit, Kecamatan Delanggu, pada Kamis, 2 Maret 2026, tepat pukul 12.20 WIB. Atap salah satu ruang kelas di sekolah tersebut tiba-tiba roboh dan ambruk, diduga kuat disebabkan oleh tiang penyangga dari kayu yang sudah mengalami pelapukan parah dan tidak lagi mampu menahan beban.

 

Kejadian nahas tersebut menimpa Ruang Kelas 2. Beruntungnya, musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Kepala Sekolah SDN Sribit, Sri Rejeki, menjelaskan bahwa situasi saat itu sangat aman karena kegiatan belajar mengajar (KBM) telah usai dan seluruh siswa sudah dipulangkan.

“Pada saat kejadian, para guru sedang berkumpul mengadakan rapat koordinasi di ruang guru. Jadi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kelas tersebut. Ini benar-benar sebuah keberuntungan luar biasa,” ujar Sri Rejeki dengan nada lega namun tetap prihatin.

20260404 074836 0000

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan. “Saat itu cuaca masih cerah, hujan baru turun sekitar dua jam setelah atap ambruk. Jadi ini murni karena faktor usia dan kerusakan struktur bangunan, bukan karena bencana alam,” tegasnya.

Sri Rejeki juga mengaku syok, mengingat ruangan yang runtuh itu sering ia gunakan untuk beristirahat. “Ruang kelas yang roboh itu biasanya tempat saya bersantai, melepas leak sembari membaca Al-Qur’an setelah KBM usai. Saya tidak bisa membayangkan betapa bahayanya jika saat itu saya sedang berada di sana atau jika kejadiannya terjadi saat jam pelajaran berlangsung,” tambahnya dengan nada tak bersalah.

20260404 073746 0000

Kondisi Memprihatinkan Sejak Lama

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bangunan sekolah ini sudah sangat tua. SDN Sribit berdiri kokoh sejak tahun 1951 dan tercatat hanya pernah mendapatkan renovasi satu kali pada tahun 2005. Sejak saat itu, tidak ada perbaikan signifikan sehingga struktur bangunan semakin rapuh.

Ironisnya, pihak sekolah justru sejak lama waspada terhadap kondisi Ruang Kelas 1 yang gentengnya sudah terlihat mentiung atau melengkung. Namun tak disangka, giliran Ruang Kelas 2 yang runtuh lebih dahulu. Hal ini membuktikan bahwa kerusakan sudah merata dan membutuhkan penanganan serius.

Meski menghadapi tantangan berat dengan jumlah siswa yang hanya 32 orang dan didukung oleh 5 guru, Sri Rejeki membuktikan bahwa semangat tidak boleh padam. Ia telah berjuang menghidupkan kembali sekolah tersebut, salah satunya dengan sukses merenovasi mushola yang sebelumnya kondisinya nyaris rubuh, berkat dana swadaya para purna kepala sekolah dan kepedulian warga sekitar.

Namun, tantangan masih besar. Bekas rumah dinas kepala sekolah kini terbengkalai dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sri Rejeki telah menyuarakan usulan agar bangunan tersebut difungsikan menjadi ruang perpustakaan dan UKS, namun aspirasi itu hingga kini masih menggantung tanpa kepastian.

Terkait isu penutupan sekolah,Yang menyebabkan minimnya calon siswa,Sri Rejeki menepis rumor tersebut. “Dulu sempat beredar kabar sekolah akan ditutup dan muridnya tinggal dua orang, itu tidak benar. Kami tetap eksis dan berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” tegasnya.

20260404 074057 0000

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sribit. Ia membenarkan insiden tersebut dan menekankan bahwa lokasi sekolah sangat strategis karena berada di titik pertemuan perbatasan Sribit dan Krecek. Oleh sebab itu, proses belajar mengajar harus tetap dipertahankan dan tidak diperbolehkan adanya regrouping atau penggabungan sekolah. Pihak desa pun berjanji akan berupaya maksimal menambah jumlah peminat murid baru.

 

Bupati Turun Tangan, Instruksikan Penanganan Segera

Peristiwa ini langsung menyedot perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Pada Selasa (3/4), Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, tak tanggung-tanggung meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi riil di lapangan.

Bupati memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera bertindak. “Saya minta Dinas PU segera membersihkan puing-puing dan melakukan audit keamanan menyeluruh terhadap seluruh bangunan. Jangan sampai ada korban jiwa. Pekerjaan pembersihan dan pengecekan struktur harus sudah dimulai hari Senin (6/4) mengingat kondisi kayu dan bangunan yang sudah sangat tua dan rapuh,” perintah Bupati.

Selain soal keselamatan, Bupati juga memberikan apresiasi dan lampu hijau terhadap ide pemanfaatan bekas rumah dinas menjadi perpustakaan dan UKS agar fasilitas belajar siswa semakin layak.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Heru Wijoyo, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan dan sarana prasarana adalah tanggung jawab berjenjang mulai dari pusat hingga satuan pendidikan. Pelaporan kondisi bangunan wajib dilakukan melalui Dapodik. Terkait regrouping, Heru menegaskan ada regulasi dan Peraturan Bupati yang mengatur agar tidak sembarangan dilakukan.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Kepala BPPD, Korwil Pendidikan, perwakilan Dinas Pendidikan, hingga Kapolsek Delanggu yang memastikan keamanan lokasi.

20260404 075531 0000

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, H. Sutarna dari Fraksi PDIP, juga menyalurkan aspirasi. Ia berjanji akan memperjuangkan agar perbaikan sekolah ini segera terealisasi dan memberikan dukungan penuh agar SDN Sribit bisa terus maju, berkembang, dan ke depannya jumlah murid bisa semakin bertambah.

“Kondisi bangunan sekolah yang tua membutuhkan perhatian serius agar tetap aman bagi siswa dan guru. Semoga dengan perhatian dari berbagai pihak, SDN Sribit Delanggu dapat kembali memiliki fasilitas yang layak dan menjadi sekolah yang diminati oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya.

 

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini