KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Ribuan nasabah korban PD BKK Klaten kirim 1.000 surat cinta untuk Presiden Prabowo. Upaya minta intervensi pusat lantaran dana Rp 152 Miliar tak kunjung cair meski sudah berjuang di berbagai jalur.
Kamis ( 7/5/2026)
Sebagai bentuk ikhtiar terakhir, setelah upaya penyelesaian di berbagai tingkat tidak membuahkan hasil; menuntut uang kembali utuh dan akan minta dukungan PCNU serta PC Muhammadiyah.

Perjuangan panjang para nasabah korban Program Dana Bersama (PD BKK) Klaten yang dananya senilai Rp 152 miliar terkatung-katung tak kunjung menemukan titik terang. Untuk mengajak perhatian pemerintah pusat, sekitar 70 orang nasabah mendatangi kantor pengiriman paket J&T Express di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, Kecamatan Ceper, Klaten, pada Rabu (06/05/2026).
Mereka melakukan aksi simbolis dengan mengirimkan 1.000 surat cinta yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Langkah ini diambil karena berbagai upaya penyelesaian kasus yang telah dilakukan di tingkat lokal hingga nasional dinilai belum memberikan kemajuan yang signifikan.

UPAYA MINTA INTERVENSI PUSAT
Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Klaten, Nuryadin yang akrab disapa Jojon, menegaskan bahwa pengiriman surat ini merupakan bentuk ikhtiar terakhir agar persoalan ini segera mendapatkan penyelesaian yang jelas.
“Upaya ini adalah bagian dari ikhtiar kawan-kawan nasabah untuk meminta intervensi langsung kepada Bapak Presiden Prabowo agar persoalan nasabah PD BKK Klaten bisa cepat selesai,” tegas Jojon dengan nada tegas.
Dijelaskannya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penyelesaian hingga belasan kali, mulai dari mengajukan keluhan di tingkat daerah, provinsi, hingga melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang nyata dan memuaskan bagi para nasabah.
“Sudah belasan kali kami mencoba melalui jalur formal baik di tingkat daerah, provinsi, maupun bertemu dengan pihak DPR RI, namun belum juga ada hasil yang memuaskan. Maka dari itu, kami mendesak agar mendapatkan perhatian langsung dari Bapak Presiden,” tambahnya.
MINTA DUKUNGAN PCNU DAN PC MUHAMMADIYAH
Dalam perjuangan kali ini, Jojon juga mengungkapkan langkah strategis yang akan diambil untuk memperkuat suara para nasabah. Pihaknya berencana meminta dukungan moral dan material dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.
“Hari ini juga kami akan mengunjungi dan meminta dukungan dari dua organisasi besar yaitu PCNU dan PC Muhammadiyah Klaten untuk membantu menyuarakan persoalan teman-teman nasabah,” ungkapnya.
Dengan bergabungnya elemen masyarakat luas melalui organisasi tersebut, diharapkan tekanan untuk penyelesaian kasus ini semakin kuat dan tidak bisa lagi diabaikan oleh pihak terkait.

1.000 SURAT SIMBOLIS PERJUANGAN
Sementara itu, Toha selaku pendamping nasabah menjelaskan bahwa 1.000 surat yang dikirimkan pada hari ini hanya bersifat simbolis dari perjuangan panjang para nasabah.
“1.000 surat ini hanya sebagai simbol perjuangan kami, nantinya akan menyusul surat-surat lainnya dari seluruh nasabah yang terdampak. Dengan upaya ini kami berharap bisa membuka pintu komunikasi agar kebutuhan dan keluhan dari daerah bisa sampai ke pusat,” ujar Toha.
Menurut estimasi, surat-surat tersebut akan sampai ke kantor Presiden dalam waktu sekitar dua hari perjalanan. Meskipun begitu, para nasabah menyadari bahwa keputusan akhir terkait penyelesaian kasus ini ada di tangan pemerintah pusat.
“Langkah-langkah apa yang akan diambil oleh Presiden Prabowo setelah ini, tentunya kami sebagai masyarakat kecil hanya bisa menunggu dengan penuh harapan dan tetap akan terus berjuang hingga mendapatkan keadilan,” tegasnya.

TUNTUT UANG KEMBALI UTUH 100 PERSEN
Di kesempatan yang sama, Purwanto selaku Ketua Paguyuban Nasabah PD BKK Klaten kembali menegaskan prinsip dasar perjuangan mereka. Pihaknya tidak mau melakukan kompromi dan tetap menuntut agar seluruh dana yang dititipkan oleh para nasabah dapat dikembalikan utuh sebanyak 100 persen.
Hingga saat ini, ribuan nasabah masih menanti kepastian hukum dan solusi nyata dari kasus ini. Mengingat nilai kerugian yang mencapai ratusan miliar rupiah ini menyangkut hajat hidup sehari-hari ribuan keluarga di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
“Perjuangan para nasabah PD BKK Klaten bukan hanya untuk mendapatkan kembali uang mereka, tetapi juga untuk menuntut keadilan dan kepastian hukum. Semoga surat cinta ini dapat sampai ke tangan Presiden dan menjadi awal dari penyelesaian yang adil bagi seluruh korban,” pungkasnya.
( Desi )


Komentar Klik di Sini