BerandaKulinerKuliner Murah Meriah di Objek Wisata Joglo Latar Tjokro

Kuliner Murah Meriah di Objek Wisata Joglo Latar Tjokro

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Di samping object wisata Joglo Latar Tjokro, Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten, sebuah warung sederhana telah berubah menjadi magnet bagi pengunjung yang datang untuk menikmati alam sekaligus mencicipi hidangan rumahan. Warung Grojogan Latar Tjokro bukan sekadar tempat makan, ia menawarkan pengalaman kuliner yang hangat, ramah di kantong, dan dipadu dengan pemandangan grojogan kecil yang menenangkan. Dalam beberapa bulan terakhir, warung ini menjadi pilihan favorit wisatawan lokal dan sopir wisata yang singgah untuk mengisi tenaga sebelum atau sesudah menjelajah kawasan wisata (20/06/2026).

Konsep warung ini sederhana namun efektif, menu rakyat, harga bersahabat, rasa nikmat. Di balik meja kayu dan tenda sederhana, para pengunjung menemukan aneka masakan yang familiar dan mengundang selera, soto sapi berkuah bening yang hangat, nasi balado teri dengan sambal yang menggigit, nasi bandeng gurih, serta mie goreng dan mie godog yang selalu laris. Setiap piring disajikan dengan porsi yang memuaskan dan harga yang membuat siapa pun bisa menikmati tanpa merasa berat di dompet. Minuman seperti kopi tubruk, teh hangat, jeruk segar, dan susu melengkapi pilihan, memberi kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bersantai lebih lama.

View Grojogan Cokro (dok foto @Pitut Saputra)
View Grojogan Cokro (dok foto @Pitut Saputra)

Lokasi warung menjadi salah satu nilai jual utama. Berada di samping aliran sungai Pusur, pengunjung hanya perlu berjalan beberapa langkah untuk mencapai grojogan kecil peninggalan zaman kolonial. Suara gemericik air, hembusan angin yang membawa aroma tanah basah, dan panorama hijau di sekeliling menciptakan suasana makan yang berbeda dari warung biasa. Banyak pengunjung sengaja memilih meja yang menghadap ke arah grojogan agar bisa menikmati pemandangan sambil menunggu pesanan tiba. Saat senja, langit berubah menjadi palet oranye keemasan yang membuat suasana semakin magis; momen inilah yang sering membuat pengunjung betah berlama-lama.

Dari sisi operasional, pemilik warung, Sri Endah Wahyuningsih atau yang akrab dipanggil Bu Endah, menekankan pentingnya kualitas bahan dan keramahan pelayanan. “Saya ingin orang merasa seperti makan di rumah sendiri. Bumbu kami sederhana, tapi dibuat dengan hati. Harga kami juga dibuat supaya semua orang bisa menikmati tanpa khawatir kantong bolong,” kata Bu Endah sambil tersenyum. Pernyataan ini mencerminkan filosofi warung yang menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama. Bahan-bahan dipilih segar setiap hari, racikan bumbu mengikuti resep turun-temurun, dan kebersihan area makan selalu dijaga meski fasilitas masih sederhana.

Keberadaan warung ini memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Ramainya pengunjung pada sore hari dan akhir pekan meningkatkan aktivitas penjual oleh-oleh, pemandu wisata, dan pelaku usaha kecil lain di sekitar Joglo Latar Tjokro. Ipunk, salah seorang pemandu wisata lokal, menjelaskan bagaimana warung ini membantu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan. “Banyak tamu yang awalnya hanya ingin melihat grojogan, lalu tertarik mampir karena aromanya menggoda. Setelah makan, mereka jadi lebih lama di sini dan sering membeli oleh-oleh atau menggunakan jasa pemandu. Itu membantu kami semua,” ujar Ipunk. Pernyataan Ipunk menegaskan bahwa satu usaha kecil dapat memicu efek berganda bagi ekonomi mikro desa.

Selain fungsi komersial, Warung Grojogan Latar Tjokro juga berperan sebagai ruang sosial. Warga lokal sering berkumpul untuk berbincang santai, bertukar kabar, atau sekadar menikmati secangkir kopi sambil menatap aliran air. Suasana akrab ini membuat warung terasa seperti ruang komunitas yang hangat, tempat di mana cerita-cerita sehari-hari mengalir bersama aroma masakan. Kegiatan kecil seperti demo masak, pertemuan komunitas, atau acara santai kerap digelar di area warung, mempererat hubungan antar warga dan menambah warna kehidupan sosial desa.

Melihat antusiasme pengunjung, Bu Endah juga berencana akan melakukan pengembangan bertahap tanpa mengubah prinsip dasar warung kedepannya. Rencana tersebut meliputi penambahan tempat duduk outdoor yang lebih nyaman, penataan area makan agar lebih rapi, serta penyajian menu spesial musiman yang memanfaatkan bahan lokal. Meski ada rencana modernisasi, komitmen pada menu rakyat dan harga bersahabat tetap menjadi pegangan. Pengembangan diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan nuansa sederhana yang menjadi daya tarik utama.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman kuliner asri dengan anggaran terbatas, Warung Grojogan Latar Tjokro menawarkan kombinasi ideal, makanan rumahan yang lezat, harga yang ramah, dan pemandangan alam yang menenangkan. Di sinilah rasa rumah bertemu panorama alam, menciptakan momen sederhana yang mudah diingat dan seringkali membuat orang ingin kembali. Warung kecil ini membuktikan bahwa kelezatan dan keramahan tidak harus mahal, dan bahwa sebuah usaha mikro bisa menjadi pusat kehidupan wisata dan komunitas di sekitarnya.

( Pitut Saputra )