BOYOLALI – METROPAGINEWS.COM ||
Hari ini Selasa 4 Agustus 2026 CRM Craft (Cahaya Rotan Mandiri) Surakarta melaksanakan kegiatan pelatihan anyaman pemula yang berlangsung hangat di kediaman Ibu Tutik, koordinator PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Simo, Boyolali. Kegiatan yang diikuti sekitar 15 anggota PKK tersebut dipimpin langsung oleh Sutiyono, penganyam profesional sekaligus pemilik CRM Craft, bersama tim penganyam berpengalaman. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan komunitas sekaligus strategi CRM Craft untuk menambah kapasitas produksi melalui pembinaan tenaga penganyam baru di tingkat lokal (04/08/2026).
Sebelum sesi praktik dimulai, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil, masing-masing beranggotakan lima orang, dan dilatih secara bergilir. Pembagian kelompok kecil ini sengaja diterapkan agar proses pembelajaran menjadi lebih intensif dan personal. Dengan kelompok yang lebih kecil, setiap peserta mendapat kesempatan lebih banyak menerima arahan langsung, memperbaiki teknik, dan mendapatkan umpan balik dari mentor. Metode ini juga memudahkan pengawasan kualitas sehingga hasil latihan lebih cepat menunjukkan perkembangan.

Kegiatan dibuka dengan pengenalan bahan baku yang umum digunakan dalam kerajinan anyaman yakni rotan, bambu, dan anyaman plastik. Peserta diberi penjelasan mengenai karakteristik masing-masing bahan, cara memilih bahan yang baik, serta teknik perawatan agar bahan tetap awet. Materi ini penting agar pengrajin pemula memahami perbedaan sifat bahan dan dapat menyesuaikan teknik anyaman sesuai karakteristik bahan yang digunakan.
Pelatihan berlanjut ke teknik anyaman dasar yang meliputi pengenalan simpul, pola dasar, pengaturan ketegangan anyaman, dan cara menjaga proporsi produk agar rapi dan kuat. Setiap langkah dipraktekkan secara langsung sehingga peserta dapat merasakan perbedaan antara teori dan praktik. Para mentor dari CRM Craft berkeliling, memberikan koreksi teknik, serta membagikan tips praktis untuk mempercepat proses belajar. Suasana kelas menjadi interaktif karena peserta aktif bertanya dan mencoba berulang kali hingga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Selain teknik anyaman dasar, peserta juga dikenalkan pada proses finishing dan pengemasan produk. Penjelasan mengenai finishing mencakup cara merapikan ujung anyaman, pemberian lapisan pelindung bila diperlukan, serta standar estetika yang menjadi nilai jual produk. Materi pengemasan menekankan pentingnya keamanan produk saat pengiriman dan tampilan akhir yang menarik bagi pembeli. Hal ini penting agar produk anyaman rumahan dapat bersaing di pasar yang menuntut kualitas dan presentasi yang baik.
Menurut Sutiyono, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama yakni pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan produksi CRM Craft. “Kegiatan ini kami lakukan untuk pengembangan wilayah sekaligus sebagai salah satu cara memenuhi target produksi dengan mendidik tenaga penganyam baru. Kami ingin memberdayakan ibu-ibu di sini agar memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” ujar Sutiyono. Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak berhenti pada satu pertemuan saja, tim CRM Craft akan terus memantau perkembangan peserta dan memberikan pendampingan lanjutan bila diperlukan.
Tutik, sebagai koordinator PKK Simo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan berharap manfaatnya berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih kepada CRM Craft yang telah datang dan berbagi ilmu. Semoga keterampilan ini menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK untuk menambah pendapatan keluarga dan membuka peluang usaha rumahan,” kata Tutik. Ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pelaku usaha agar keterampilan yang dipelajari dapat berkembang menjadi usaha produktif.
Meski materi yang disampaikan cukup padat, semua pihak menyadari bahwa keterampilan anyaman tidak bisa dikuasai sempurna hanya dalam satu pertemuan. Oleh karena itu, CRM Craft menjamin akan terus memantau perkembangan peserta dan menyediakan tindak lanjut berupa sesi lanjutan atau pendampingan bila diperlukan. Pendekatan berkelanjutan ini penting agar peserta tidak hanya mampu membuat produk sederhana, tetapi juga mampu memenuhi standar kualitas yang diperlukan untuk pesanan skala kecil maupun besar.
Dari sisi strategis, pelatihan semacam ini membantu CRM Craft memperluas jaringan tenaga kerja terampil tanpa harus merekrut dari luar daerah. Model kolaborasi dengan kelompok PKK memperkuat hubungan antara industri rumahan dan komunitas lokal, menciptakan ekosistem produksi yang lebih inklusif. Ke depan, apabila program ini terus berjalan dan diperluas, dampaknya dapat dirasakan dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi CRM Craft sekaligus peningkatan pendapatan rumah tangga di wilayah Boyolali dan sekitarnya.
Kegiatan hari ini menegaskan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan komunitas lokal mampu menghasilkan manfaat ganda, memenuhi kebutuhan produksi sekaligus memberdayakan masyarakat. CRM Craft dan PKK Simo Boyolali telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan pelatihan yang tepat, semangat gotong royong, dan komitmen untuk terus membina, keterampilan tradisional seperti anyaman dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. Pelatihan ini bukan hanya transfer keterampilan, tetapi juga investasi sosial yang membuka peluang baru bagi keluarga dan komunitas setempat.
( Pitut Saputra )

