BREBES – METROPAGINEWS.COM || Kabupaten Brebes terus mempercepat upaya penurunan angka stunting melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Program tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (15/7/2026).
acara ini dihadiri oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., bertempat Desa wanatirta kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes aula kantor Desa wanatirta.

Kepala Desa wanatirta Darto SH mengatakan kepada kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya,” Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Forkopimcam Paguyangan, Camat Paguyangan, Kapolsek Paguyangan, Danramil, Kepala Desa Wanatirta, Babinsa, penyuluh pertanian, serta ratusan keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, menjelaskan bahwa program percepatan penurunan stunting dan penyaluran CPPD Tahun Anggaran 2026 mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi.
Menurut Hendri, setiap paket bantuan terdiri atas 1 kilogram beras fortifikasi, 10 butir telur, dan dua kotak susu UHT ukuran 200 ml, serta tambahan beras medium melalui program CPPD.
“Sebanyak ratusan paket bantuan akan disalurkan kepada 300 balita dalam dua tahap selama semester , tahun 2026. Sasaran penerima terdiri dari 150 balita di Desa Wanatirta dan Desa Winduaji balita 150 berdasarkan data yang telah diverifikasi.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Ia menambahkan, program tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi balita, mencegah dampak jangka panjang akibat stunting terhadap perkembangan otak, serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Sementara itu, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menegaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama serta infeksi berulang, sehingga harus dicegah sejak dini.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen menurunkan angka stunting yang selama ini masih tergolong tinggi di Jawa Tengah.
“Stunting bukan hanya membuat anak bertubuh pendek, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pemenuhan gizi anak harus menjadi perhatian bersama,” kata Bupati.
Ia mengajak para orang tua, khususnya ibu muda, untuk lebih aktif mempelajari pola asuh dan pemenuhan gizi anak melalui berbagai sumber informasi agar mampu mencegah stunting sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan bahwa beras fortifikasi yang dibagikan mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, B1, B3, B6, B9, B12 serta zat besi, sehingga diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi balita apabila dikonsumsi bersama lauk dan sayuran bergizi.
“Bantuan ini diharapkan benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak agar manfaatnya maksimal. Kita ingin mencetak generasi yang Anak anak cerdas untuk generasi penerus bangsa Indonesia, Brebes yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
(Mistam)


Komentar Klik di Sini