BerandaBudayaKirab Budaya Tenun Benang Lawe Meriahkan Pedan Bawa Kejayaan Budaya Lurik

Kirab Budaya Tenun Benang Lawe Meriahkan Pedan Bawa Kejayaan Budaya Lurik

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Kirab Budaya Tenun Benang Lawe digelar untuk pertama kalinya di Pedan dengan bentang kain Merah Putih 1.000 meter; acara sebagai upaya bangunkan kejayaan Batik Lurik dan dorong ekonomi lokal.Rabu (22/7/2026)

 

Semangat kebudayaan dan kejayaan kain khas kembali membara di wilayah Pedan. Melalui inisiatif Yayasan Mbah Semar Peduli, gelaran Kirab Budaya Tenun Benang Lawe yang digelar untuk pertama kalinya membangunkan kembali potensi besar yang selama ini seolah terlelap, sekaligus mengukuhkan bahwa Pedan adalah asal mula tenun benang yang menjadi identitas Batik Lurik.

20260722 104924 0000

Acara yang bertajuk “Temu Kangen Masyarakat Pedan” berlangsung meriah di Lapangan Gelora Pemuda Pedan, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (18/07/2026). Sebagai acara perdana yang sangat dinantikan, puncak kegiatannya ditandai dengan kirab budaya yang memukau, membawa bentang kain Merah Putih sepanjang 1.000 meter yang melibatkan partisipasi antusias dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Klaten.

AJANG SILATURAHMI DAN PENGHORMATAN BUDAYA

Selain sebagai ajang silaturahmi dan penghormatan terhadap budaya lokal, kegiatan perdana ini diramaikan pula dengan dukungan penuh dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Masyarakat dari beberapa desa juga memberikan sumbangan sukarela berupa gunungan .Ada 17 buah Gunungan yang diarak dalam kirab. Gunungan tersebut berisi hasil bumi khas daerah dan aneka jajanan pasar lokal, sebagai wujud rasa syukur dan doa bersama bagi kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat Pedan.

Desain tanpa judul 20260722 104719 0000

Ketua Yayasan Mbah Semar Peduli, Dwi Woro Esti Harimorti, menyampaikan harapan besarnya melalui kegiatan yang penuh makna ini:

“Acara yang baik ini diselenggarakan untuk pertama kalinya dan kami sangat menginginkan agar dapat terus berkelanjutan dari tahun ke tahun. Saya juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan, menjaga, dan senantiasa mencintai budaya warisan leluhur, khususnya apa yang dimiliki dan menjadi kebanggaan masyarakat Pedan,” ujarnya.

PENTAS SENI MERIAH DENGAN KOLLABORASI BERBAGAI PIHAK

Kolaborasi bersama Tirto Budoyo dan Sanggar Sayuk Rukun dari Jatino memberikan sentuhan khusus pada acara ini, menghadirkan suasana pentas seni benang lawe yang meriah dengan nuansa alami yang menarik. Dekorasi dan tata panggung yang dipersiapkan kedua sanggar tersebut berhasil membawa nuansa pedesaan yang autentik sekaligus elegan ke tengah lapangan.

20260722 105108 0000

Tak hanya itu, suasana semakin meriah dengan diperdangkan acara fashion show yang disuguhkan oleh para mas dan mbak Klaten sebagai model. Koleksi busana yang dipamerkan merupakan kreasi dari Lemari BUTIQUE pimpinan Santi, yang mengkombinasikan unsur tradisional Batik Lurik dengan sentuhan modern yang menarik perhatian seluruh penonton.

PENAMPILAN SENI SARAT NILAI BUDAYA

Rangkaian acara perdana ini berlanjut hingga malam hari dengan berbagai penampilan seni yang luar biasa. Di antaranya adalah pagelaran wayang yang dimainkan langsung oleh budayawan ternama Mbah Lawe dan Mbah Edi, yang mengisahkan sejarah serta kehebatan alat tenun benang peninggalan leluhur Pedan.

Tak kalah memukau, turut ditampilkan tarian kolosal oleh siswa SD Negeri Kalangan Pedan, peragaan busana modern yang dikreasikan secara kreatif menggunakan bahan Batik Lurik, hingga penampilan musik daerah yang menghidupkan nuansa budaya Jawa.

APRESIASI DARI BUPATI KLATEN

Kegiatan perdana ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara yang menyentuh akar sejarah budaya masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah luar biasa ini yang diselenggarakan untuk pertama kalinya. Semoga melalui kegiatan seperti ini, nama dan kejayaan Pedan bisa bangkit kembali sejajar dengan masa gemilangnya dahulu,” ujar Bupati dalam sambutannya.

20260722 105815 0000

PENDASARAN TEMA TENUN BENANG LAWE

Tema Tenun Benang Lawe diangkat bukan tanpa alasan, mengingat catatan sejarah mencatat bahwa teknik tenun benang yang melahirkan keunikan khas Batik Lurik memang berakar dan berasal dari wilayah Pedan. Harapannya, gelaran perdana ini tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya dan identitas lokal, tetapi juga mampu kembali menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat melalui pengembangan produk berbasis Batik Lurik dan UMKM terkait.

Kegiatan Kirab Budaya Tenun Benang Lawe yang diselenggarakan untuk pertama kalinya menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Kolaborasi antara berbagai komunitas, sanggar seni, dan pelaku usaha seperti yang ditunjukkan oleh Tirto Budoyo, Sanggar Sayuk Rukun, dan Lemari BUTIQUE semakin memperkuat semangat gotong royong dalam melestarikan budaya. Semoga kejayaan Pedan sebagai asal mula Batik Lurik dapat terus bersinar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini