BANDUNG – METROPAGINEWS.COM || Setelah sehari sebelumnya membagikan keterampilan Gospel Magic kepada para guru Sekolah Minggu di GBI Darmawangsa, Jakarta, Mbah Dragon kembali melanjutkan misinya menebar inspirasi.
Kali ini, Selasa (21/7/2026), Founder Magic Marketing Indonesia tersebut hadir di showroom Daya Retail, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, untuk berbagi strategi bisnis yang diyakini mampu meningkatkan profit AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) hingga dua bahkan lima kali lipat.
Kegiatan yang awalnya dijadwalkan berlangsung selama dua jam itu justru molor hingga empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Antusiasme peserta yang terdiri dari General Manager, Manager, Supervisor, hingga Kepala Bengkel membuat diskusi berlangsung hangat dan interaktif, membahas berbagai tantangan yang dihadapi jaringan AHASS di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
Dalam paparannya, Mbah Dragon menyoroti kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin selektif dalam merawat kendaraan.
Kenaikan nilai tukar dolar dan harga minyak dunia, menurutnya, berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam membiayai perawatan sepeda motor.
Karena itu, bengkel tidak cukup hanya menjual jasa servis, tetapi harus menawarkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelanggan.
“Yang dibutuhkan pelanggan saat ini adalah paket servis yang murah, tetapi memberikan manfaat nyata, seperti tarikan motor lebih spontan, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa AHASS sebenarnya telah memiliki teknologi dan peralatan yang mampu memberikan manfaat tersebut.
Sayangnya, potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai competitive advantage dibandingkan bengkel umum.
Mbah Dragon juga mengangkat persoalan klasik yang masih dihadapi banyak AHASS, yakni antrean servis yang panjang.
Kondisi tersebut dinilai kurang diminati, terutama oleh para pengemudi ojek online yang sangat menghargai waktu karena waktu adalah sumber penghasilan mereka.
Menurutnya, dari sekitar 120 juta sepeda motor yang beredar di Indonesia, baru sekitar enam juta unit atau lima persen yang melakukan servis di AHASS.
Artinya, masih terdapat peluang pasar sebesar 95 persen yang dapat diraih apabila jaringan AHASS mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Dalam sesi tersebut, Mbah Dragon mengupas secara mendalam perubahan paradigma pemasaran dari konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion) menuju 4C (Customer Solution, Cost, Convenience Channel, Communication).
Ia menilai strategi pemasaran modern harus berfokus pada solusi pelanggan, bukan sekadar menjual produk atau jasa.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa perilaku konsumen sepeda motor berbeda dengan pengguna kendaraan roda empat.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Karena itu, pendekatan emosional menjadi kunci agar edukasi mengenai berbagai paket layanan unggulan AHASS dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Immersionary Show Space yang dikembangkan pakar Neo Experiential Marketing, Bernd H. Schmitt. Konsep tersebut menekankan pentingnya menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan sehingga mampu membangun loyalitas terhadap bengkel.
Tidak hanya berbicara tentang pemasaran, Mbah Dragon juga membagikan pengalaman suksesnya saat memimpin AHASS Astra Motor Yogyakarta pada tahun 2006.
Di bawah kepemimpinannya, bengkel tersebut berhasil meraih penghargaan EHS Gold PROPER, menjadi satu-satunya AHASS di Indonesia yang saat itu mampu memperoleh predikat tersebut, bahkan melampaui perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina dan Medco yang kala itu masih memperoleh peringkat Green.
Keberhasilan tersebut diraih melalui berbagai inovasi lingkungan, di antaranya penerapan sistem recycle water sehingga limbah cair menjadi zero waste, serta penciptaan alat reduksi emisi gas buang pertama di dunia yang mampu mengurangi kandungan NOx, HC, CO, dan partikel timbal sebelum dilepaskan ke udara bebas.
Ia juga memperkenalkan konsep Green Employee, yaitu membangun budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari operasional bengkel.
Menurut Mbah Dragon, inovasi-inovasi tersebut sempat kurang mendapatkan perhatian karena pada saat itu fokus perusahaan lebih diarahkan pada upaya mengembalikan pangsa pasar Honda yang tengah mendapat tekanan dari kompetitor.
Akibatnya, pengembangan konsep AHASS ramah lingkungan tidak berkembang secara optimal.
Kini, lanjutnya, Indonesia justru tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Vietnam dinilai lebih maju dalam pengembangan paket layanan servis yang inovatif, sedangkan Thailand telah mulai menerapkan sertifikasi Green Workshop bagi jaringan bengkelnya.
“Dulu mereka belajar dari Indonesia. Sekarang mereka terus berinovasi, sementara kita justru berhenti. Sudah saatnya kita mengejar kembali ketertinggalan itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mbah Dragon juga membahas inovasi pemanfaatan hidrogen sebagai energi alternatif kendaraan.
Ia menjelaskan perbedaan konsep yang dikembangkannya dengan teknologi Nikuba yang dipopulerkan Aryanto Misel dari Cirebon.
Jika Nikuba menggunakan Brown Gas hasil elektrolisis air untuk dimasukkan ke ruang bakar, konsep Mbah Dragon hanya memanfaatkan gas hidrogen untuk pembakaran, sedangkan gas oksigen dialirkan ke exhaust manifold guna membantu mengubah gas karbon monoksida (CO) menjadi karbon dioksida (CO₂), sehingga emisi kendaraan menjadi lebih ramah lingkungan.
Meski banyak materi yang belum sempat dibahas secara mendalam karena keterbatasan waktu, para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru dan solusi praktis untuk menghadapi tantangan bisnis AHASS di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan showroom Daya Retail Bandung sebagai simbol komitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sesuai semangat yang selalu dibawanya dalam setiap perjalanan, Mbah Dragon kembali menegaskan misinya: “Menjelajah, Melayani, Menginspirasi.”*
(TIM)


Komentar Klik di Sini