BerandaPendidikanPKM Berdampak Undana Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga di Sumba Tengah

PKM Berdampak Undana Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga di Sumba Tengah

WAIBAKUL – METROPAGINEWS.COM || Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026.

Kali ini, Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program yang berfokus pada penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan pangan lokal.

Tim PKM yang dipimpin Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.MA, bersama Prof. Dr. Ir. Doppy R. Nendissa, M.P., Santhy Chamdra, S.P., M.Si., CRP., dan Rouwland Alberto Benyamin, S.Sos., M.Si., mengusung tema “Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Inovasi Olahan Pangan Lokal dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.”

Pelaksanaan kegiatan berlangsung usai peluncuran resmi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Universitas Nusa Cendana Tahun 2026 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah, Waibakul-Makatul, pada 27 Juli 2026.

Program ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Hibur Maringu yang beranggotakan 25 ibu rumah tangga. Kelompok tersebut merupakan bagian dari Gerai Pangan Desa Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di Desa Umbu Mamijuk yang selama ini berperan dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga.

PKM Berdampak Undana Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga di Sumba Tengah

Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Pangan beserta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah. Dalam arahannya, Kepala Bidang Konsumsi dan Pangan memberikan motivasi kepada seluruh anggota KWT Hibur Maringu agar terus mengembangkan usaha kelompok secara serius sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para anggota KWT mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat, mulai dari praktik pengolahan bahan pangan lokal, diskusi kelompok, hingga sesi tanya jawab mengenai strategi pengembangan usaha.

Fokus utama pelatihan adalah inovasi pengolahan tepung mocaf (Modified Cassava Flour) yang berasal dari ubi kayu sebagai bahan baku lokal yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

Tim PKM memperkenalkan berbagai produk olahan bernilai tambah, di antaranya Kuping Gajah berbahan tepung mocaf serta Stik Labu Kuning yang dibuat dari kombinasi tepung mocaf dan labu kuning.

Selain praktik pembuatan produk, peserta juga memperoleh materi mengenai teknik pengemasan yang menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi, strategi pemasaran produk, hingga pengelolaan keuangan usaha rumah tangga.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota KWT dalam mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Tim PKM juga menjelaskan bahwa tepung mocaf merupakan produk bebas gluten (gluten free) sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki intoleransi terhadap protein gandum.

Keunggulan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan berbasis mocaf sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Melalui program ini, anggota KWT Hibur Maringu berhasil meningkatkan keterampilan dalam melakukan diversifikasi pangan lokal menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Tidak hanya itu, kemampuan peserta dalam mengemas produk secara profesional dan mengelola keuangan usaha juga mengalami peningkatan sehingga diharapkan mampu memperkuat usaha mikro yang mereka jalankan.

Program ini sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui Program Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

PKM Berdampak Undana Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga di Sumba Tengah

Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu mempercepat lahirnya pelaku usaha baru berbasis pangan lokal yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada KWT Hibur Maringu.

Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi Kuping Gajah Tepung Mocaf dan Stik Labu Kuning berbahan tepung mocaf sehingga kegiatan usaha kelompok dapat terus berkembang.

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Tomycho Olviana, bersama tim berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat Desa Umbu Mamijuk secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, dan masyarakat, Program PKM Berdampak Tahun 2026 diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan inovasi dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)


Alberto

Komentar Klik di Sini