BerandaBudayaPuncak Tradisi Yaqowiyu Jatinom, 65 Ribu Keping Apem Menjadi Berkah Bersama

Puncak Tradisi Yaqowiyu Jatinom, 65 Ribu Keping Apem Menjadi Berkah Bersama

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Ribuan warga padati Tradisi Yaqowiyu di Jatinom Klaten, menyambut sebaran 65 ribu keping apem warisan Ki Ageng Gribig. Simak kemeriahan dan makna mendalam di balik tradisi berusia berabad ini.Sabtu (1/8/2026)

 

Teriknya matahari tak menyurutkan antusiasme ribuan warga yang memadati Oro-oro Sendang Klampeyan, kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, pada Jumat (31/7/2026). Lautan manusia dari berbagai penjuru daerah berkumpul menanti momen yg puncak tradisi sebaran apem Yaqowiyu yang sarat makna berkah dan persaudaraan.

20260801 221009 0000

Rangkaian puncak dimulai segera setelah pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Gedhe Jatinom. Dua gunungan besar berisi ribuan kue apem kemudian diarak secara khidmat menuju Siti Hinggil Oro-oro Sendang Klampeyan. Usai pembacaan doa bersama, prosesi penyebaran apem dilakukan kepada warga yang telah menunggu dengan sabar, bahkan disebar pula dari dua menara yang berdiri kokoh di tengah area lokasi. Tahun ini, sebanyak 65.000 keping apem terkumpul sebagai wujud gotong royong dan sumbangan tulus dari masyarakat.

20260801 175826 0000 1

Ketua Dewan Pembina Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG), Muhammad Daryanto, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan luhur yang diturunkan oleh Ki Ageng Gribig, tokoh penyebar ajaran Islam pada masa Mataram Islam, dan telah berjalan lebih dari empat abad. Perhelatan ini rutin digelar setiap bulan Sapar dalam kalender Jawa, dengan prosesi sebaran apem yang selalu dilaksanakan pasca Salat Jumat.

“Ini bukan sekadar perayaan tahunan semata, melainkan juga warisan dakwah mulia yang diajarkan langsung oleh Ki Ageng Gribig kepada kita semua,” ujar Daryanto.

20260801 222226 0000

Perayaan yang penuh kehangatan ini turut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, jajaran Forkopimda Klaten, serta perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Bupati Klaten menyampaikan bahwa perayaan Yaqowiyu tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung tak lama setelah peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menikmati kemeriahan, namun juga meneladani ajaran mulia sang tokoh pendakwah.

“Semoga melalui momen Yaqowiyu ini kita senantiasa meneladani nilai-nilai luhur ajaran Ki Ageng Gribig. Sehingga kita tidak hanya merayakan tradisi sebaran apem, melainkan juga mengamalkan pesan-pesan mulia yang diwariskan oleh beliau,” tegas Bupati Hamenang.

Tradisi Yaqowiyu bukan sekadar momen rebutan kue apem semata, melainkan bukti nyata kekuatan persaudaraan, rasa syukur, dan warisan leluhur yang tetap hidup di tengah zaman. Semangat kebersamaan dan keberkahan yang terjalin diharapkan terus menjadi perekat kerukunan masyarakat Klaten, serta menjadi warisan yang senantiasa dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini