DENPASAR – METROPAGINEWS.COM || SMK Prshanti Nilayam Kuta mengakhiri rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan pengenalan lingkungan luar sekolah di Bali Outbound Farm (BOF) Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 226 murid baru ini menjadi penutup MPLS yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat akan nilai pendidikan karakter, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebanyak 10 bus diberangkatkan sejak pagi dari sekolah menuju kawasan BOF Baturiti yang dikenal memiliki udara sejuk dan lingkungan alam yang asri.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA, seluruh peserta langsung mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia, diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala SMK Prshanti Nilayam Kuta, Ni Wayan Suarni, S. Pd.
Dalam sambutannya, Ni Wayan Suarni menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan di alam terbuka yang mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan fisik, mental, dan karakter peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa suasana alam yang hijau dan segar dapat membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan kebugaran tubuh melalui paparan udara bersih dan sinar matahari alami, sekaligus mengurangi kelelahan mata akibat terlalu lama menggunakan gawai.
Selain itu, peserta juga diajak untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Kalian sengaja kami ajak menikmati alam luar yang terbuka, sejuk, dan asri. Mari kita belajar peduli lingkungan mulai dari hal-hal kecil seperti tidak mengotori tempat ini. Melakukan kegiatan di sini dapat meningkatkan daya tahan tubuh berkat paparan udara segar dan sinar matahari alami, di samping menjaga kesehatan mata dan mengurangi rasa lelah akibat terlalu lama menatap layar gawai. Nikmatilah keindahan alam di sekitar sambil mengikuti seluruh kegiatan, namun tetap mematuhi arahan panitia hingga kegiatan ini selesai,” ujar Ni Wayan Suarni.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan unjuk bakat dari para murid baru yang menampilkan kreativitas dan kemampuan masing-masing.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Berbagai permainan edukatif yang mengedepankan kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, dan sportivitas juga digelar. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus mempererat hubungan antar peserta yang berasal dari berbagai latar belakang.
Setelah seluruh perlombaan selesai dilaksanakan, peserta bersama guru dan panitia menikmati makan siang bersama dalam suasana penuh keakraban.
Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah kepada kelompok terbaik.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Prshanti Nilayam Kuta juga menyerahkan piagam penghargaan beserta selempang kepada peserta putra dan putri terbaik MPLS Ramah Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas sikap disiplin, kepemimpinan, kerja sama, serta semangat yang ditunjukkan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menjelang sore hari, Ni Wayan Suarni secara resmi menutup kegiatan MPLS Ramah Tahun 2026. Dalam sambutan penutupnya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, guru, pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
Ia juga memberikan pesan kepada 226 murid baru agar menjadikan pengalaman selama MPLS sebagai langkah awal dalam membangun karakter sebagai pelajar yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang telah terbangun selama MPLS harus terus dipelihara selama menjalani proses pendidikan di SMK Prshanti Nilayam Kuta.
Melalui konsep MPLS Ramah yang dipadukan dengan pembelajaran di alam terbuka, SMK Prshanti Nilayam Kuta menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh warga sekolah sejak hari pertama para peserta didik mengawali perjalanan pendidikan mereka.*
Alberto


Komentar Klik di Sini