BerandaPeristiwaEnam Ruang Kelas SMA Negeri 1 Bantarkawung Terbakar, Dua Unit Damkar Dikerahkan

Enam Ruang Kelas SMA Negeri 1 Bantarkawung Terbakar, Dua Unit Damkar Dikerahkan

BREBES – METROPAGINEWS.COM ||  Kebakaran hebat melanda SMA Negeri 1 Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026) sore. Sedikitnya enam ruang kelas terdampak dalam peristiwa tersebut.

 

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang atau halaman belakang sekolah, kemudian dengan cepat merambat ke bangunan ruang kelas.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api semakin mudah menjalar. Petugas pemadam kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Desain tanpa judul 20260906 072142 0000

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mempercepat penanganan. Petugas melakukan penyemprotan air secara terus-menerus guna mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api kembali membesar.

Petugas Pemadam Kebakaran Bumiayu, Valdo, mengatakan sedikitnya enam ruang kelas terdampak akibat kebakaran tersebut. Lima ruang kelas mengalami kerusakan parah, sementara satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan ringan.

“Api berasal dari bagian belakang sekolah, kemudian merambat ke bangunan kelas. Ada enam kelas yang terdampak, lima rusak parah dan satu rusak ringan,” kata Valdo di lokasi kejadian.

Menurut Valdo, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain kondisi angin yang cukup kencang, petugas juga kesulitan mendapatkan pasokan air karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Api sudah mulai mengecil, tetapi petugas masih berusaha melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujarnya.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan. Koordinator Lapangan BPBD Brebes wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan sejumlah unsur terlibat dalam proses pemadaman.

“Yang terlibat di lokasi ada dari pemadam kebakaran, BPBD, Polsek Bantarkawung, Koramil Bantarkawung dan para relawan. Semuanya bersama-sama membantu proses pemadaman,” kata Budi.

Budi menambahkan, kondisi angin serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Karena itu, ia menilai keberadaan hidran di wilayah Bantarkawung sangat diperlukan untuk mendukung penanganan kebakaran.

“Untuk wilayah Bantarkawung, kebutuhan hidran sangat diperlukan. Ini penting untuk membantu suplai air ketika terjadi kebakaran, sehingga petugas tidak terlalu terkendala mencari sumber air,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan hidran tidak hanya membantu mempercepat proses pemadaman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan petugas dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran.

Hingga Sabtu malam, petugas gabungan masih berada di lokasi SMA Negeri 1 Bantarkawung untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Meski kobaran api telah mengecil, petugas tetap memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan. Pihak terkait masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi.

(Mistam)

Komentar Klik di Sini