KLATEN — METROPAGINEWS.COM || Direktur TI dan Kerja Sama Pemasyarakatan Kadiyono kunjungi Bapas Klaten. Dorong peningkatan akurasi data klien, pemetaan sebaran hingga tingkat desa, serta perkuat pembimbingan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat agar reintegrasi berjalan optimal.Kamis (10/9)
Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten menerima kunjungan resmi Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kadiyono, pada Rabu (9/9). Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas, khususnya dalam hal pengelolaan data yang akurat serta peningkatan kualitas pembimbingan dan pendampingan Klien Pemasyarakatan.

Data yang Akurat, Fondasi Pembimbingan yang Tepat Sasaran
Dalam arahannya, Kadiyono menekankan bahwa pendataan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi utama pelayanan pemasyarakatan. Akurasi dan validitas data klien harus terus ditingkatkan agar kondisi, perkembangan, dan keberadaan klien dapat terpantau secara menyeluruh dan optimal.
“Data yang benar dan mutlak adalah dasar agar pembimbingan yang kita berikan benar-benar tepat sasaran. Tanpa data yang akurat, kita tidak bisa memastikan apakah pembimbingan tersebut berjalan efektif atau tidak,” tegas Kadiyono.
Pemetaan Sebaran Klien Hingga Tingkat Desa
Selain penguatan sistem pendataan, perhatian besar juga diberikan terhadap pemetaan sebaran klien hingga ke tingkat desa. Langkah ini dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dan nyata mengenai keberadaan klien di seluruh wilayah kerja Bapas Klaten. Dengan mengetahui persis di mana klien tinggal, terbuka ruang koordinasi yang lebih dekat dan efektif dengan lingkungan masyarakat tempat mereka berada.
Perkuat Pembimbingan Hingga Tingkat Desa, Libatkan Pemerintah Desa dan Masyarakat
Kadiyono juga mendorong agar pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan. Jaringan pembimbingan harus diperkuat hingga ke tingkat desa, dengan melibatkan langsung pemerintah desa dan masyarakat setempat. Keterlibatan pihak terdekat dari lingkungan tempat klien tinggal dinilai akan membuat pengawasan, pembimbingan, serta reintegrasi sosial berjalan jauh lebih efektif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat membangun sinergi lintas sektor di mana pemasyarakatan tidak menjadi urusan institusi semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Kunjungan Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pemasyarakatan dibangun dari dua hal utama data yang akurat dan jangkauan yang merata hingga ke lapisan masyarakat terdekat. Dengan memperkuat pendataan sekaligus mendekatkan pembimbingan ke tingkat desa, Bapas Klaten berkomitmen mewujudkan pelayanan yang tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh klien, keluarga, dan masyarakat luas. Langkah ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan demi terciptanya sistem pembinaan yang transparan, efektif, dan berakar di tengah masyarakat.
( Desi )



Komentar Klik di Sini