SURABAYA – METROPAGINEWS.COM || Ribuan masyarakat memadati Jalan Indrapura, tepat di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu (7/10/2026) malam. Mereka larut dalam lantunan sholawat dalam kegiatan “Jawa Timur Bersholawat” yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Suasana religius dan kebersamaan terasa kuat ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan sholawat dan memanjatkan doa untuk Jawa Timur serta Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Maulana As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani yang merupakan keturunan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Ketua DPRD Jawa Timur M.H. Musyafak Rouf, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Hidayat dan Sri Wahyuni, para ketua komisi dan anggota DPRD Jatim, Direktur Utama BUMD Jatim, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kehadiran para ulama dan tokoh agama dalam kegiatan tersebut.
Khofifah secara khusus mengapresiasi kehadiran Maulana As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang turut memimpin doa dan sholawat bersama masyarakat.
Melalui momentum tersebut, Khofifah mengajak seluruh jamaah memanjatkan doa terbaik agar Jawa Timur senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, kerukunan, kesejahteraan, serta keberkahan.
«“Mohon doa dari panjenengan semua, doa dari Habib Syech, serta doa dari Maulana Syekh Fadhil Al-Jailani. Mudah-mudahan Jawa Timur dianugerahi Allah menjadi provinsi yang aman, damai, masyarakatnya guyub rukun, bahagia, sejahtera, serta penuh ridho dan barokah dari Allah SWT,” ujar Khofifah.»
Selain mendoakan Jawa Timur, Khofifah juga mendoakan seluruh jamaah yang hadir agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan dalam kehidupan, serta kemudahan untuk dapat berziarah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Menurut Khofifah, kegiatan Jawa Timur Bersholawat bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk bersama-sama mendoakan kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.
“Karena ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, mari kita jadikan momentum ini untuk bersama-sama mendoakan Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya penutupan serta penyesuaian arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Ia berharap masyarakat yang melintas dapat menggunakan jalur alternatif sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
DPRD Jatim: Semoga Jawa Timur Semakin Dingin dan Tenang
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur M.H. Musyafak Rouf mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut.
Di hadapan jamaah, Musyafak berharap lantunan sholawat yang menggema dari Jalan Indrapura menjadi doa bagi terciptanya suasana Jawa Timur yang semakin aman dan tenteram.
«“Mudah-mudahan langit hari ini mendengar langsung sholawat kita. Jawa Timur menjadi dingin, Jawa Timur menjadi tenang,” ujar Musyafak.»
Musyafak juga mendoakan masyarakat yang hadir agar diberikan kemudahan rezeki, kesembuhan bagi yang sedang sakit, kemudahan mendapatkan pekerjaan, serta memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW.
Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Jawa Timur, Musyafak menyampaikan apresiasi kepada ribuan jamaah yang telah hadir. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan para tamu dan jamaah.
Lebih jauh, Musyafak berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kesejahteraan tersebut harus dirasakan berbagai lapisan masyarakat, termasuk petani dan nelayan yang menjadi bagian penting dari perekonomian Jawa Timur.
«“Harapannya yang jadi petani panennya bagus, yang cari ikan di laut hasil tangkapannya bagus. Penjualan hasil pertanian dan laut dimudahkan serta harganya stabil, sehingga petani dan nelayan bisa menjadi makmur,” pungkasnya.»
Lantunan sholawat yang menggema di Jalan Indrapura malam itu pun menjadi simbol doa bersama agar Jawa Timur semakin aman, damai, rukun, dan sejahtera.
(Redho)



Komentar Klik di Sini