BREBES – METROPAGINEWS.COM || Sejumlah aktivis pemekaran Kabupaten Brebes menyatakan kekecewaannya terhadap Bupati Brebes, Paramitha Indra Kusuma, lantaran tidak menemui mereka saat tiba di Pendopo Kabupaten Brebes, usai mengikuti audiensi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Semarang.
Para aktivis tersebut sebelumnya berangkat dari Brebes menuju Semarang untuk melakukan audiensi terkait aspirasi pemekaran wilayah. Dalam agenda awal, tidak ada rencana singgah ke Pendopo Kabupaten Brebes sepulang dari Semarang. Namun, berdasarkan permintaan dari pihak Pendopo, rombongan aktivis diminta untuk mampir.
“Kami ini awalnya langsung dari Semarang mau pulang. Tidak ada rencana ke pendopo. Justru kami diminta mampir oleh pihak pendopo,” ujar salah satu aktivis kepada wartawan.

Sesampainya di Pendopo Kabupaten Brebes, para aktivis harus menunggu cukup lama. Bahkan, menurut mereka, waktu tunggu mencapai lebih dari dua jam. Kondisi tersebut membuat sebagian besar aktivis merasa lelah, mengingat mereka baru saja menempuh perjalanan jauh dan minim waktu istirahat.
“Kami sudah capek, kurang tidur, habis perjalanan panjang dari Semarang. Tapi setelah menunggu lama, Bupati tidak juga menemui kami,” lanjutnya.
BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan
Kekecewaan semakin memuncak ketika diketahui bahwa yang menemui para aktivis bukan Bupati Brebes secara langsung, melainkan perwakilan. Situasi tersebut memicu rasa kecewa dan dongkol di kalangan aktivis, hingga akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan pendopo dan pulang.
Beberapa peserta bahkan langsung kembali ke daerah masing-masing, termasuk rombongan dari Bantarkawung yang memilih tidak singgah lama di pendopo.

Para aktivis menegaskan bahwa kedatangan mereka ke Pendopo Kabupaten Brebes bukan untuk meminta fasilitas atau jamuan, melainkan sebagai bentuk tindak lanjut dari audiensi resmi dengan pihak provinsi.
“Kami tidak minta apa-apa. Ini murni soal penghargaan dan etika. Kami datang membawa aspirasi masyarakat Brebes,” tegas salah satu aktivis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Brebes terkait ketidakhadiran tersebut. Para aktivis berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih menghargai perjuangan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan secara konstitusional.
(Mistam)


Komentar Klik di Sini