BerandaPeristiwaAngin puting Beliung dan Hujan Lebat Menghantem 67 Rumah Rusak di Kalibaru...

Angin puting Beliung dan Hujan Lebat Menghantem 67 Rumah Rusak di Kalibaru Cilincing

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Cuaca ekstrem memicu angin puting beliung yang menerjang rumah di Kelurahan Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (26/1/2026) dini hari.

 

Angin kencang yang melanda sekitar pukul 02.45 WIB itu merusak puluhan bangunan, mulai dari rumah warga, gudang kayu, sekolah, hingga tempat ibadah. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Menerima laporan warga, petugas gabungan segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi lapangan, mendata kerusakan, dan melakukan asesmen dampak bencana.

Selain itu, aparat berkoordinasi dengan RT, RW, dan pihak kelurahan, serta menggandeng sejumlah SKPD guna mempercepat penanganan pascabencana.

Ratusan warga terdampak
berdasarkan data sementara, angin puting beliung merusak 67 unit rumah tinggal, 12 gudang kayu, dua sekolah, satu masjid, dan satu mushola.

Di Jalan Kalibaru Barat 2 RT 02 RW 06, angin kencang berdampak pada 16 kepala keluarga atau 43 jiwa, terdiri dari 19 laki-laki, 22 perempuan, dan dua balita. Kerusakan di wilayah ini mencakup tujuh rumah rusak berat, tiga rusak sedang, dua rusak ringan, serta empat gudang kayu rusak berat.

Sementara itu, di Jalan Kalibaru Barat 4 RT 04 RW 12, bencana tersebut berdampak pada 27 kepala keluarga atau 82 jiwa. Petugas mencatat delapan rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan.

Sekolah dan tempat Ibadah ikut rusak
Kerusakan juga menjalar ke Jalan Kalibaru Barat 4 RW 07 yang meliputi RT 03, 05, 08, 09, 12, 13, dan 15. Di kawasan ini, angin puting beliung merusak puluhan rumah dengan kategori rusak sedang.

Selain itu, satu sekolah mengalami rusak berat, satu sekolah rusak sedang, serta satu masjid dan satu mushola rusak ringan.

Di Jalan Kalibaru Barat 2 RT 01 dan RT 02 RW 08, petugas mendata dua gudang kayu rusak sedang, dua rumah rusak berat, serta enam gudang kayu rusak berat dan ringan.

Kerugian masih didata, terpal menjadi Kebutuhan mendesak
hingga kini, petugas masih mendata nilai kerugian akibat bencana tersebut. Namun, petugas menetapkan terpal dan matras sebagai kebutuhan mendesak warga, mengingat banyak rumah mengalami kerusakan pada bagian atap.

Petugas menduga kuat angin puting beliung menjadi penyebab utama kejadian ini. BPBD DKI Jakarta bersama perangkat kelurahan, PPSU, Satpol PP, dan Kementerian Sosial terus menangani dampak bencana.

Petugas juga memastikan penanganan darurat dan pendataan lanjutan berjalan optimal agar kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.( Tjip )

Komentar Klik di Sini