KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Truk tabrak tiang listrik di Jalan Jogja-Solo akibat pengemudi mencoba mengambil korek rokok yang terjatuh; tiang bengkok melintang tapi tidak ada korban, lokasi diamankan menunggu tim PLN.Sabtu (4/7/2026)
Sebuah insiden kecelakaan tunggal yang cukup menghebohkan terjadi di ruas jalan nasional penghubung Yogyakarta–Solo, tepatnya di persimpangan lampu merah wilayah Penggung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat malam (03/07) sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah truk besar yang sedang melaju kosong menabrak tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga tiang tersebut bengkok parah dan posisinya melintang tepat di atas badan jalan raya, berpotensi rubuh sewaktu-waktu. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka berat yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Berdasarkan keterangan langsung dari pengemudi truk yang bernama Enok, awalnya perjalanan berjalan lancar. Ia melajukan kendaraannya dari arah Yogyakarta dengan tujuan akhir ke Ponorogo, Jawa Timur, dan saat kejadian truk dalam keadaan kosong tanpa muatan barang. Sesampainya di persimpangan lampu merah Penggung Ceper, ia harus berhenti sejenak menunggu giliran.
“Saat itu lampu masih merah, saya berhenti tertib di barisan paling depan. Tidak lama kemudian lampu berubah hijau, saya bersiap melaju. Tiba-tiba saya ingin menyalakan sebatang rokok, tapi saat saya mengambil korek api, benda itu terlepas dari tangan dan jatuh ke bagian bawah lantai kabin dekat kaki saya,” ungkap Enok kepada petugas di lokasi kejadian.
Tanpa berpikir panjang, Enok pun berusaha mengambil kembali korek api yang terjatuh itu saat kendaraan baru mulai bergerak pelan. Justru tindakan inilah yang memicu kecelakaan. “Saya membungkuk sebentar untuk menjangkaunya, tapi tangan saya tidak sengaja menggeser setir ke samping. Karena posisi tubuh tidak tegak dan pandangan teralih sejenak, saya tidak sempat mengembalikan arah kemudi dengan cepat. Tiba-tiba saja terdengar bunyi benturan keras, truk sudah menabrak tiang listrik di pinggir jalan,” tambahnya.

Enok menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak dalam keadaan mengantuk maupun mengonsumsi minuman beralkohol saat menyetir. Kecepatan truk pun tergolong lambat, baru saja mulai bergerak dari posisi berhenti. “Sebenarnya ini masalah sepele, cuma karena saya kurang hati-hati dan terburu-buru mengambil barang yang jatuh. Tapi karena kendaraan yang saya kemudikan berukuran besar dan berat, sedikit saja salah gerak dampaknya langsung besar dan merugikan banyak pihak,” ujar Enok dengan nada menyesal.
Lokasi Diamankan, Menunggu Tim Teknis PLN
Saat kejadian berlangsung, benturan yang cukup keras itu langsung membuat tiang listrik baja tersebut bengkok hingga posisinya melintang di atas jalan raya, hanya ditahan oleh kabel-kabel listrik yang tersambung. Hal ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan lain yang lewat di malam hari.
Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan. Petugas memasang tanda peringatan dan mengatur arus lalu lintas agar kendaraan bisa lewat dengan hati-hati serta menjauhi area yang berbahaya. Petugas masih tetap berjaga di lokasi dan menunggu kedatangan tim teknis dari PLN Unit Pelayanan Pedan. Tim nantinya akan memeriksa kondisi kabel dan tiang, serta melakukan pemutusan aliran listrik dan pengangkatan tiang yang rusak agar tidak membahayakan dan lalu lintas bisa kembali lancar sepenuhnya.
KESELAMATAN BERKENDARA: SEPELE BISA JADI BENCANA
Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengemudi, khususnya pengemudi kendaraan besar seperti truk, bus, maupun mobil penumpang, bahwa gangguan sekecil apa pun saat menyetir bisa berubah menjadi bencana besar. Banyak orang menganggap hal sepele seperti mengambil barang jatuh, menyalakan rokok, makan minum, atau sekadar melihat pesan singkat di ponsel tidak akan berbahaya karena hanya butuh waktu beberapa detik. Padahal, saat menyetir dengan kecepatan 40 km/jam, dalam waktu 3 detik saja kendaraan sudah melaju sejauh 33 meter dengan mata tertutup tanpa melihat kondisi jalan.
Khusus pengemudi kendaraan besar, perhatikan karakteristik kendaraan. Truk dan bus memiliki bobot yang berat, jarak pengereman yang jauh lebih panjang, serta respon kemudi yang lebih lambat dibandingkan mobil kecil. Kesalahan sedikit saja dalam mengatur arah setir akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki, dan risiko benturan atau kerusakan fasilitas umum akan jauh lebih besar.
“Jika ada hal mendesak, berhentilah di tempat aman. Jika Anda benar-benar perlu mengambil barang, menyalakan rokok, atau melakukan hal lain, jangan ragu untuk menepi ke pinggir jalan yang aman, tempat istirahat, atau pom bensin terdekat. Menunda sebentar jauh lebih baik daripada mempertaruhkan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Di jalan raya tidak ada yang namanya ‘kecelakaan karena hal sepele’. Semua kecerobohan sekecil apa pun bisa berujung pada kerugian besar, kerusakan fasilitas umum, bahkan nyawa. Selalu utamakan keselamatan, tetap fokus menyetir, dan patuhi peraturan lalu lintas demi selamat sampai tujuan bersama keluarga,” pungkas petugas satlantas saat di lokasi.
(Desi)


Komentar Klik di Sini