KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar di Water Gong Resto Pusur Karanglo, Polanharjo, hari ini tampil lebih dari sekadar upaya pelayanan medis sekali waktu. Acara yang rutin dilaksanakan tersebut dirancang untuk menjadi bagian integral dari tata kelola destinasi wisata, mengedepankan pencegahan, meningkatkan kualitas layanan, dan memberdayakan komunitas lokal agar lingkungan wisata tetap aman, nyaman, dan produktif (29/07/2026)
Pelaksana kegiatan adalah tim pengelola Water Gong yang berkolaborasi erat dengan Puskesmas Polanharjo. Di bawah koordinasi medis Ambar Retno Ningsih Kepala Puskesmas Polanharjo, rangkaian pemeriksaan dasar seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pengukuran indeks massa tubuh, serta konsultasi singkat tentang pola hidup sehat dilaksanakan secara terstruktur. Selain pemeriksaan, tim kesehatan juga memberikan penyuluhan singkat mengenai kebersihan, pencegahan penyakit menular, dan langkah pertolongan pertama yang relevan di area wisata.

Totok Yunianto, Manager Pelaksana Water Gong Resto Pusur Karanglo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar formalitas. “Kami dari tim pengelola Water Gong secara rutin periodik bekerjasama dengan Puskesmas Polanharjo guna melakukan kegiatan cek kesehatan gratis khususnya bagi pengelola dan karyawan serta pengunjung, namun tidak menutup kemungkinan bila ada masyarakat juga mau ikut serta bisa kita akomodir,” ujarnya. Totok menambahkan bahwa tujuan utama adalah memastikan kondisi kesehatan semua pihak yang terlibat sehingga pengaturan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Kepala Puskesmas Polanharjo, Ambar Retno Ningsih, memimpin tim medis yang bertugas pada giat kali ini. Di bawah kepemimpinannya, pemeriksaan berjalan lancar dan terkoordinasi. Ambar menekankan pentingnya pendekatan preventif di lokasi wisata yang ramai, “Deteksi dini masalah kesehatan dapat mencegah gangguan operasional dan mengurangi risiko kejadian darurat di area publik.” Pernyataan tersebut mempertegas bahwa keterlibatan fasilitas kesehatan setempat bukan hanya layanan tambahan, melainkan bagian dari strategi manajemen risiko destinasi.
Partisipasi dalam kegiatan ini melibatkan pengelola, karyawan, pengunjung, dan warga sekitar. Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang memanfaatkan layanan gratis untuk mengetahui kondisi tubuh tanpa harus mengeluarkan biaya. Bagi karyawan, pemeriksaan berkala menjadi pengingat untuk menjaga gaya hidup sehat, bagi pengunjung, kehadiran layanan kesehatan menambah rasa aman saat berwisata, bagi pengelola, data kesehatan dasar membantu dalam perencanaan tugas dan rotasi kerja agar operasional tetap optimal.
Selain manfaat langsung, kegiatan ini membuka ruang dialog antara pengelola wisata dan layanan kesehatan. Kolaborasi tersebut berpotensi melahirkan program lanjutan seperti pelatihan pertolongan pertama bagi staf, kampanye vaksinasi bila diperlukan, atau program promosi kesehatan yang menyasar pengunjung musiman. Jejaring yang terbangun juga mempercepat respons ketika terjadi insiden kesehatan, karena prosedur rujukan dan komunikasi sudah terjalin sebelumnya.
Dampak jangka panjang dari inisiatif ini bersifat multifaset. Secara internal, pemeriksaan rutin dapat menurunkan angka ketidakhadiran kerja akibat penyakit yang tidak terdeteksi, meningkatkan produktivitas, dan memperpanjang masa kerja karyawan. Secara eksternal, reputasi Water Gong Resto sebagai destinasi yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan pengunjung dapat meningkatkan kepercayaan publik dan loyalitas pengunjung. Di tingkat komunitas, program semacam ini memperkuat kapasitas kesehatan lokal dan meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan.
Pelaksanaan yang terencana dan komunikasi yang baik antara pengelola dan Puskesmas menjadi kunci keberhasilan. Totok menegaskan kembali harapannya, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja dan pelayanan di Water Gong, bukan sekadar kegiatan insidental. “Harapannya dari kegiatan ini adalah kita bisa mendapat kondisi sehat untuk kolaborasi dan sinergi antar pengelola, karyawan, dan pengunjung jadi kami lebih bisa efektif dalam pengaturan SDM yang ada sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing,” kata Totok.
Kegiatan cek kesehatan gratis di Water Gong Resto Pusur Karanglo hari ini menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata modern menuntut perhatian pada aspek kesehatan publik. Inisiatif sederhana namun konsisten seperti ini dapat menjadi model bagi pengelola lokasi wisata lain di Polanharjo dan sekitarnya. Dengan sinergi antara sektor pariwisata dan layanan kesehatan, destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
( Pitut Saputra )

