Selasa, Juni 18, 2024

BSW Kembali Terpilih Pimpin Apindo 2023-2028

Must Read
CILACAP – METROPAGINEWS.COM || Bambang Sri Wahono atau akrab disapa BSW kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cilacap masa bakti 2023-2028 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Apindo di Hotel Aston Inn Cilacap, Kamis (21/9/2023).

Pengukuhan dan pelantikan dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Jawa Tengah Frans Kongi.

Apindo merupakan organ negara yang mewakili pengusaha dalam hubungan industrial di bidang ketenagakerjaan.

Selama ini, DPK Apindo Cilacap selalu berusaha untuk menciptakan iklim usaha di Cilacap tetap aman dan kondusif.

Salah satu upaya yang dilakukan Apindo yaitu meminta kepada para pengusaha agar tidak marah dan tidak dendam dengan para pekerja, meskipun pekerja tersebut sering melakukan demonstrasi.

Selain itu, Apindo juga selalu melakukan silaturahmi kepada DPRD, Bupati, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Cilacap agar hubungan industrial di Cilacap tetap berjalan dengan baik dan harmonis.

Ketika hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja berjalan baik dan harmonis, maka akan tercipta iklim usaha yang kondusif sehingga diharapkan investasi di Cilacap menjadi meningkat.

Dari data yang dihimpun, hingga saat ini jumlah anggota Apindo di Cilacap sebanyak 104 perusahaan. Dari jumlah tersebut belum semuanya aktif. Karena yang aktif hanya sekitar 40 perusahaan.

Permasalahan yang dihadapi Apindo setiap tahun adalah kenaikan upah minimum kabupaten (UMK).

Untuk itu, seluruh pengusaha harus bisa menyiapkan diri karena kenaikan UMK bisa diprediksi.
BSW Kembali Terpilih Pimpin Apindo 2023-2028
Bambang Sri Wahono terpilih kembali pimpin Apindo Cilacap 2023-2028. (Foto: Estanto Prima Yuniarto)

Frans Kongi usai pelantikan mengatakan, Bambang Sri Wahono selama ini telah memberikan pengabdian yang baik. “Telah melakukan pengorbanan yang banyak untuk kepentingan para pengusaha. Disamping itu, Pak Bambang ini hubungannya dengan pemerintah daerah yang merupakan stakeholder kita, hubungannya dengan serikat pekerja, serikat buruh juga sangat baik,” katanya.

Frans menambahkan, Apindo di Cilacap ini berkembang, suasana hubungan industrial aman terkendali dan tidak ada permasalahan-permasalahan yang mengganggu produksi kita. Sehingga para pengusaha senang, tenang bekerja dan berproduksi.

Ditanya apa yang dititipkan untuk Bambang Sri Wahono, ia menerangkan bahwa kita ini agak macet dengan adanya Covid sehingga industri tidak berkembang, dan malah terjadi pengangguran.

“Namun ke depan kita optimis, kita sudah punya undang-undang baru, UU No 6 tahun 2023 (UU Cipta Kerja),” ucap Frans Kongi.

UU tersebut, katanya, sangat menarik untuk investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Ini yang kita harapkan. Kita kan kekurangan modal, kita perlu investasi asing. Sehingga penyerapan tenaga kerja meningkat, dan pengangguran berkurang,” ujarnya.

BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan

Terus terang, kata Frans, sekarang masalahnya hanya itu, karena perkembangan investasi masih kurang. Kalau sudah banyak yang masuk, pasti pengangguran akan berkurang.

Kenapa saya optimis, karena pemerintah Jawa Tengah ini sangat welcome dengan para investor, seperti kebijakan, infrastruktur, atau insentif juga.

“Para bupati akan memberikan itu (insentif),” kata Frans.

Ia melanjutkan, kalau melihat iklim industri di utara Jawa cukup padat. Mau tidak mau mereka akan lari ke Jawa Tengah, dan Jawa Tengah ini sudah menjadi tempat destinasi industri yang favorit. Karena apa, di sini lahan kita masih murah. Sebentar lagi akan ada jalan tol di bagian selatan ini. Dan tenaga kerja kita banyak, dan mereka mudah belajar.

Sebagai ketua terpilih, Bambang Sri Wahono mengatakan ketika Kabupaten Cilacap ini sudah mencanangkan kawasan industri Cilacap, maka setelah kawasan tersebut dicanangkan, selanjutnya adalah tugas pengusaha untuk mendatangkan (investor) di kawasan industri.

“Kalau semua pengusaha masuk kawasan industri, tenaga kerja akan banyak terserap. Bagaimana ini bisa masuk, baru tugas pemerintah daerah dengan kebijakan yang pro-investasi. Kalau nggak pro-investasi, itu namanya hanya ngomong. Ada kawasan industri, tapi (investor) tidak ada yang masuk. Inilah yang perlu dilakukan oleh pemda,” kata Bambang.

Bahwa Cilacap satu-satunya kabupaten yang mempunyai pelabuhan, punya bandara, punya stasiun. “Ini hanya di Cilacap. Supaya investasi masuk, maka harus digenjot,” ucapnya.

BSW Kembali Terpilih Pimpin Apindo 2023-2028
Bambang Sri Wahono terpilih kembali pimpin Apindo Cilacap 2023-2028. (Foto: Estanto Prima Yuniarto)

Kemudian ia menuturkan, dulu ada program namanya tol laut. Kemarin semen mau menggunakan tol laut, tapi ternyata tidak jadi.

Sekarang ini, bagaimana pun juga (investor) sudah masuk, harus dipelihara dengan baik.
“Saya kepingin diagendakan ketemu Bu Pj Bupati. Saya kepingin pengusaha-pengusaha yang sudah ada, seperti hotel supaya banyak pengunjungnya.
Saya minta ke Bu Pj Bupati, bahwa yang sudah ada supaya diopeni. Investasinya bagaimana, ayo kita bicarakan,” tandas pengacara kondang itu.

Ditanya soal upah, Bambang menyebutkan nanti ada usulan-usulan dari dewan pengupahan, terdiri dari pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Inilah yang perlu dikomunikasikan dengan benar,” katanya.

Untuk itu, pengusaha dan pekerja untuk bersama-sama menaikkan target hasil. “Kalau tidak ada hasil, nggak bisa to Mas? Kalau pekerja ingin sukses, ayo bekerja, jangan ngalamun (melamun). Ngalamun, terus demo, itu yang nggak bener,” tukasnya.

Bambang berkeinginan pihaknya meningkatkan target produksi para pengusaha. “Saya kepingin, target, ayo sama-sama. Contoh, kalau sekarang 60 persen, besok harus 80 persen, pekerja harus menaikkan 20 persen agar penghuninya banyak karena ada hasil,” katanya.

Menurutnya, datangnya investor pasti memberdayakan tenaga kerja. Yang jelas, ia kepingin antara kabupaten berdampingan harus imbang. Kalau Cilacap tinggi tapi pekerjanya datang dari Kebumen, Banyumas, gimana?

Guna menyelesaikan masalah ketimpangan ini, imbuhnya, harus ada solusi dari pemda dengan kabupaten lain. Jangan merasa bangga menjadi lima besar, tapi pekerjanya orang dari kabupaten lain.

Karena itu, ia mengharapkan semua pekerja dan pengusaha sukses bersama-sama.

“Dan yang terpenting, dengan adanya investor masuk, yang perlu diperhatikan adalah perizinan dan kepastian hukum, serta keamanan dalam berusaha,” ia memungkasi.


(Estanto)

ONLINE TV NUSANTARA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

FORTE Kota lubuklinggau tidak pernah mengeluarkan surat mandat mendukung H.Rodi Wijaya menjadi Walikota Lubuklinggau.

Lubuklinggau - METROPAGINEWS.COM || 18/06/2024 FORTE Kota Lubuklinggau merupakan organisasi ketua rukun tetangga (RT) sekota lubuklinggau, dilatar belakangi seringnya...

More Articles Like This


Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/metropaginews/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420