KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Limbah ternak yang selama ini kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan mulai diarahkan menjadi sumber daya bernilai guna. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong masyarakat Desa Toobaun memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan baku pupuk organik Bokashi.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, tersebut mengusung tema “Eco-Farming Berbasis Pemanfaatan Limbah Ternak dengan Pembuatan Pupuk Bokashi.”

Program ini menjadi bagian dari komitmen Undana dalam menjalankan peran perguruan tinggi tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga dengan menghadirkan pengetahuan serta inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
Konsep yang ditawarkan cukup sederhana, tetapi memiliki dampak strategis. Limbah ternak yang tersedia di lingkungan masyarakat tidak lagi hanya dianggap sebagai bahan buangan, melainkan dapat diolah kembali menjadi pupuk yang mendukung kegiatan pertanian.
Kegiatan PKM tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Toobaun dan masyarakat setempat.
Sebanyak 22 warga Desa Toobaun hadir mengikuti rangkaian kegiatan. Antusiasme masyarakat menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus peluang untuk mengembangkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Pemerintah desa menyambut baik program tersebut karena dinilai relevan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Desa Toobaun, khususnya berkaitan dengan keberadaan limbah ternak yang selama ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, keberhasilan pengelolaan limbah tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemauan masyarakat untuk mengubah kebiasaan dan melihat limbah sebagai sumber daya.
Menariknya, kegiatan ini melibatkan tim dosen dari lintas fakultas di lingkungan Undana.
Tim PKM diketuai Novising Dewi Astuti, S.Ak., M.Ak. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia didampingi Serafiani Turkaemly Eka Putri, S.Ars., M.Ars. dari Fakultas Sains dan Teknik serta Theresia Vera Selviana Assan, S.Pd., Gr., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai anggota.
Sementara itu, Juliana Monika Nepa, S.Pt., M.Pt. dari Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan hadir sebagai narasumber.
Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam satu kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan memberikan perspektif mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah ternak. Fakultas Sains dan Teknik mendukung aspek teknologi dan proses pengolahan, sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis melihat peluang ekonomi serta keberlanjutan usaha berbasis sumber daya lokal.
Dengan pendekatan tersebut, program PKM tidak hanya berbicara mengenai bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana limbah tersebut dapat dikonversi menjadi sesuatu yang produktif dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui pendekatan eco-farming, masyarakat diperkenalkan pada gagasan bahwa kegiatan pertanian dapat berjalan selaras dengan pengelolaan lingkungan.
Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk Bokashi. Dengan demikian, bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi masalah lingkungan dapat dikembalikan ke dalam sistem pertanian sebagai sumber nutrisi bagi tanah.
Pembuatan Bokashi juga diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik secara lebih mandiri.
Selain mendukung kesuburan tanah, pemanfaatan limbah ternak dapat membantu menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan karena masyarakat memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sendiri.
Pendekatan ini sekaligus membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian dari luar serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal.
Konsep pemberdayaan yang dibawa Undana juga memiliki dimensi ekonomi.
Jika pengelolaan limbah ternak dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, produk pupuk organik yang dihasilkan tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sendiri, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.
Di sinilah peran Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penting. Pengelolaan sumber daya lokal dapat diarahkan agar memiliki nilai tambah, sehingga kegiatan pertanian dan peternakan tidak berjalan secara terpisah.
Limbah dari sektor peternakan dapat mendukung sektor pertanian, sementara hasil pertanian dapat kembali menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pola tersebut pada akhirnya dapat membentuk sebuah ekosistem ekonomi lokal yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Program eco-farming di Desa Toobaun juga sejalan dengan prinsip 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle.
Reduce berarti mengurangi potensi limbah. Reuse mendorong pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna, sementara recycle mengolah bahan tersebut menjadi produk baru yang bermanfaat.
Dalam konteks kegiatan ini, limbah ternak tidak berhenti sebagai bahan buangan. Limbah tersebut diproses menjadi pupuk Bokashi yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa praktik pertanian berkelanjutan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
Tidak harus selalu melalui teknologi yang rumit, tetapi dapat dimulai dengan mengidentifikasi potensi yang tersedia dan mengelolanya secara tepat.
Undana berharap kegiatan PKM ini tidak berhenti pada pelaksanaan satu kali kegiatan. Antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk melanjutkan praktik eco-farming di Desa Toobaun.
Ke depan, sinergi antara Undana, Pemerintah Desa Toobaun dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat melalui pendampingan, pengembangan inovasi, serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Undana, pengabdian kepada masyarakat merupakan ruang untuk memastikan ilmu pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata.
Melalui pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk Bokashi, Desa Toobaun didorong untuk melihat bahwa di balik persoalan limbah terdapat peluang untuk membangun pertanian yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan ramah lingkungan.
Dari limbah menjadi pupuk, dari pupuk menjadi produktivitas, dan dari produktivitas diharapkan lahir kemandirian masyarakat.
Undana pun terus meneguhkan semangat “Bersinergi, Mengabdi, dan Memberdayakan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan.”
(Alberto)



Komentar Klik di Sini