metropaginews.com – Bencana banjir dan tanah longsor dampak intensitas curah hujan tinggi terjadi di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Malang. Di kutip dari data komunitas pendamping desa peduli Banjir dan tanah longsor Kabupaten Malang, bahwa, hal tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan beberapa Kecamatan lainnya, Termasuk Kecamatan Kalipare.

Sehubungan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Kalipare, menimpa di titik jalan penghubung desa Kalipare antara Dusun Sumbermaron Desa Kalipare dan Dusun Banduarjo Desa Sumberpetung sekira panjang mencapai 25 meter, kedalaman 8 meter, menjadi pusat perhatian bagi pemerintahan Desa Kalipare.
Melihat venomena alam, Pemerintahan Desa Kalipare harus mengalokasikan Dana Desa untuk perbaikan jalan berupa TPT atau plengsengan di titik tersebut demi kepentingan warga mengingat jalan tersebut adalah jalan alternatif bagi warga, baik aktifitas pertanian maupun warga pergi kepasar di setiap harinya.
Hal itu di sampaikan oleh Drs. NANANG EKO SUNARNO selaku PJ di PEMERITAHAN Desa Kalipare kepada wartawan di lokasi tanah longsor (Melakukan Survei) yang di dampingi oleh pendamping desa dan beberapa perangkat desa hari ini, Jum’at 21 Oktober 2022.
Menurut Nanang, dengan kejadian tanah longsor yang mengenai di bahu jalan penghubung ini, sifatnya penting bagi keselamatan warga mengingat posisi jalan yang menurun sekira 80 derajat tanpa bahu jalan akibat longsor, perlu di prioritaskan oleh pemerintah desa walaupun dengan cara merubah anggaran kegiatan sebelumnya.
“Jalan ini adalah jalan utama bagi warga setempat dalam aktifitas sehari-harinya. Dan kondisi ini sangat membahyakan bagi warga terutama bagi kendaraan roda empat, karena kondisi jalan tanpa bahu, apalagi posisinya bukan dataran, bahkan posisi jalan ini sangat terjal sekira 80 derajat naik turunnya, katanya.
Sementara disisi lain, dalam waktu dekat Pemerintah Desa akan menyelenggaran Musdes terkait perubahan anggaran kegiatan tahun anggaran 2022 yang di pandang sebagai momen penting dan tepat sebagai dasar perubahan pengalokasian terkait kebutuhan biaya di lokasi jalan ini.
“Maka dari itu, kami upayakan di Musdes P.A.K nantinya, memprioritaskan yang sifatnya ungen seperti plengsengan jalan di Dusun Sumbermaron tersebut.
Mengenai ketepatan program anggaran biaya plengsengan di tafsir di atas 100 juta.
“Melihat luas dan kedalaman yang harus di perbaiki, saya kira akan memakan biaya di atas 100 juta. Maka dari itu semua, kita akan meminta bantuan terhadap pendamping Desa bagian tekhnis untuk menyusun rencana anggaran biaya (RAB) agar lebih jelas berapa besar biaya yang di butuhkan nantinya dan selanjutnya kita koordinansikan dalam musdes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mendapat keputusan bersama nantinya”, pungkasnya.
Reporter : Zaenal Arifin.


Komentar Klik di Sini