KLATEN – METROPAGINEWS.COM || DISSOS P3APPKB Kabupaten Klaten gelar Forum Perangkat Daerah untuk menyusun Renja 2027, menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat, kebijakan daerah, dan fokus pada kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk.Jumat ( 20/2/2026)
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISSOS P3APPKB) Kabupaten Klaten menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah guna menyusun Rancangan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Acara yang berlangsung di Aula Gedung Dinas Sosial Kabupaten Klaten ini bertujuan untuk menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan daerah.
TUJUAN FORUM
Kegiatan ini memiliki empat tujuan utama:
1. Menyelaraskan program OPD dengan usulan hasil Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan.
2. Mempertajam indikator dan target kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing unit.
3. Menyelaraskan program antar OPD untuk optimalisasi pencapaian sasaran pembangunan.
4. Menyesuaikan pendanaan program berdasarkan pagu indikatif yang telah ditetapkan.

FOKUS KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Kepala DISSOS P3APPKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, S.E., menekankan bahwa penyusunan Renja 2027 harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat bawah. “Ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi untuk menentukan arah kebijakan perlindungan sosial dan penguatan keluarga, termasuk penanganan stunting dan pencegahan kekerasan domestik,” ujarnya.
Perwakilan DPRD Kabupaten Klaten Komisi 4, Purwanto, S.H., menambahkan pentingnya efisiensi anggaran dan integrasi data antar-bidang untuk menghindari tumpang tindih program. “Sinergi eksekutif dan legislatif sangat diperlukan agar program dapat berjalan optimal hingga tahap implementasi,” tegasnya.
ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN
Beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan meliputi ketidaksebaran pelayanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kurang optimalnya pelayanan inklusif, peran perempuan dalam pembangunan, perlindungan anak, serta kualitas pembangunan keluarga.
Secara rinci, permasalahan yang diidentifikasi meliputi:
– Bidang Sosial: Kurangnya data akurat PPKS, penanganan dan pengembangan potensi yang belum optimal, serta keterlambatan pemutakhiran data.
– Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Pengarusutamaan gender, peran perempuan, anggaran responsif gender, serta perlindungan hak anak yang masih perlu ditingkatkan.
– Bidang Pengendalian Penduduk dan KB: Kepesertaan program KB, ketahanan keluarga, serta edukasi yang belum optimal.
KESESUAIAN DENGAN KEBIJAKAN DAERAH
Renja 2027 disusun sejalan dengan tema pembangunan tahun tersebut yaitu “Akselerasi Pembangunan SDM dan Infrastruktur” dan visi Kabupaten Klaten 2025-2029: “Mewujudkan Klaten yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”. Khususnya terkait Misi ke-1 yang fokus pada peningkatan kualitas SDM, termasuk penguatan keluarga, kesetaraan gender, dan pemenuhan hak anak.
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Untuk menjawab tantangan tersebut, DISSOS P3APPKB menetapkan tiga strategi utama: meningkatkan kesejahteraan sosial PPKS, memperkuat peran perempuan dan perlindungan anak, serta mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan meningkatkan kualitasnya.
Arah kebijakan yang akan dijalankan meliputi:
– Peningkatan kapasitas pengelola data terpadu kesejahteraan sosial
– Pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial
– Pengembangan rehabilitasi sosial bagi PPKS di luar panti
– Pengarusutamaan gender dan peningkatan anggaran responsif gender
– Penguatan sistem perlindungan anak dan layanan melalui UPTD PPA
– Peningkatan edukasi program KB dan pemberdayaan keluarga
Seluruh masukan dari peserta forum akan diolah menjadi draf final Renja 2027, yang akan menjadi acuan pelaksanaan program kerja dengan harapan membawa Klaten menjadi daerah yang lebih sejahtera, inklusif, dan ramah keluarga.
“Dengan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Renja 2027 yang disusun dapat menjadi landasan yang kokoh untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah.”
( Desi )


Komentar Klik di Sini