Selasa, Juni 18, 2024

Dugaan Pencurian Uang Hingga Ratusan Juta Menurut Tim Penasihat Hukum Abuse of Power

Must Read

CILACAP – METROPAGINEWS.COM || Adanya kasus laporan pencurian uang yang dilakukan terdakwa Deni terhadap Yuliana, kasir Cafe Daun Cilacap, berjalan cukup lama yaitu satu tahun. 


Tim penasihat hukum, yakni Asep Pranayadi dan Ratman Al Poniman di Pengadilan Negeri(PN) Cilacap setelah mengungkapkan ke awak media, Kamis (16/5/2024).. Kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen ini sejak bulan Juni 2023.

“Ini cukup lama. Dan saya mengucapkan terimakasih kepada institusi kepolisian yang tidak menahan terdakwa,” ujar Asep membuka penjelasan..

Ia didampingi ibu dari Deni dan Ratman Al Poniman serta pengurus LSM GMBI selaku pengawal kasus ini.

Pada perkembangan selanjutnya, Asep mengaku sempat terkejut karena permasalahan berubah menjadi pemalsuan dokumen. Semuanya dilibatkan. Ada juga penggelapan dan lain-lain. Padahal substansinya bukan itu. “Ini seperti abuse of power,” sergah Asep.

Gedung Pengadilan Negeri Cilacap. (Foto: Dokumentasi)

“Ke depannya kemudian berubah lagi. Ini menurut kami seperti dipaksakan agar terdakwa benar-benar ditahan,” imbuhnya..

Untuk itu, ia berharap supaya hal ini tuntas dan terdakwa bebas demi hukum, karena dakwaan bisa ke pasal 372 dan pasal 378 KUHP.

Asep juga berpesan, pada Senin, 20 Mei sidang dilanjutkan ke masalah substansi persidangan atau eksepsi dari tim penasihat hukum.

“Seharusnya ini sidang perdata, bukan pidana,” kata Asep.

Dewi Budiyanti, ibu dari Deni (terdakwa) bersikeras

minta keadilan. “Saya minta keadilan, Bapak. Anak saya sudah jadi korban. Nama keluarga saya juga dijelek-jelekkan, Pak. Sampai di wilayah warga saya, saya dikucilkan. Sampai diomong saya, saya disuruh pindah ke planet lain biar keobong. Coba Pak, saya sampai digituin. Saya minta keadilan,” serunya.

Ia menjelaskan, hal itu bukan apa-apa. “Anak saya itu (Deni) baru beberapa bulan kerja di situ (Cafe Daun). Tapi mereka sudah bener-bener keterlaluan. Masuk rumah orang tanpa permisi, mengobrak-abrik kamar anak saya itu. Pokoknya saya minta keadilan-lah. Jangan dumeh saya orang nggak punya, terus disepelekan seperti ini. Bener-bener saya nggak terima seperti ini,” imbuhnya.

Disinggung yang mengobrak-abrik siapa, Asep pun menjawab.

“Karena ibu sudah menyangkut ke pokok perkara ya, banyak pihak-lah. Kalau perkara ini berubah di marwah persidangan, kita akan buka selebar-lebarnya,” kata Asep.

Ya, kebenaran itu akan terlihat, ujarnya. “Sehingga Bu Dewi ini jujur, minta keadilan terhadap proses hukum. Wajar sebagai orang tua. Terlepas dari anak ini benar-benar salah atau tidak, semua yang didakwakan, ini baru dugaan, kita hormati asas a permission of innocent, asas praduga tak bersalah,” imbuh Asep Pranayadi.

Pihak LSM GMBI, yang selama ini mengawal persidangan mengaku bertindak simpel saja. “Kami simpel saja-lah,” kata Uyi Gondrong.

Terkait dengan masalah tersebut, Uyi menyesuaikan +dengan visi dari GMBI yaitu membantu masyarakat yang tertindas, terzolimi, dan termarginal.

“Kami akan mendukung dan tetap mengawal permasalahan ini hingga titik akhir, yaitu pembebasan dari yang bersangkutan, dan mudah-mudahan kami bersama rekan-rekan dari lembaga semoga selalu diberi kesehatan. Juga umur yang panjang untuk bisa menghadiri sidang berikutnya,” tandas pengurus GMBI tingkat Kecamatan Cilacap Selatan itu.

Reporter: Estanto

ONLINE TV NUSANTARA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

FORTE Kota lubuklinggau tidak pernah mengeluarkan surat mandat mendukung H.Rodi Wijaya menjadi Walikota Lubuklinggau.

Lubuklinggau - METROPAGINEWS.COM || 18/06/2024 FORTE Kota Lubuklinggau merupakan organisasi ketua rukun tetangga (RT) sekota lubuklinggau, dilatar belakangi seringnya...

More Articles Like This


Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/metropaginews/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420