KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Tiga bulan kemarau melanda Klaten. Warga pasrah,13 desa di Kemalang terdampak. PT Wis Makmur Perkasa turun langsung: 5 tangki, 30.000 liter air bersih ke Tlogowatu & Tegalmulyo hingga ke tempat ibadah. Widodo: kami hadir secara berkala, setiap tetes adalah kehidupan. Selasa (6/10)
Tiga bulan berlalu tanpa hujan.Tanah di lereng Gunung Merapi perlahan mengering, air tadah hujan warga menyusut, kebutuhan pembelian air bersih yang biasanya hanya 2 tangiki dalam satu bulan dan di bantu bak desa ,warga kini harus membeli berlipat ganda dan merogoh kocek dalam dalam.
Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten, telah menimbulkan keprihatinan yang mendalam.
Menurut pengakuan warga kemarau kali ini adalah yang terparah.
” Tiap tahun nya memang ada musim kemarau namun baru kali ini lah yang terparah biasanya kalo saya beli air tangki itu cuma 2 kali dalam sebulan dan di bantu tandon bak desa ,” ucapnya.

Di Kecamatan Kemalang, warga harus berjuang lebih keras dari biasanya hanya untuk mendapatkan air bersih kebutuhan paling dasar yang seharusnya mudah didapat. Melihat kenyataan yang memilukan itulah, PT Wis Makmur Perkasa (WMP) distribusi kan kebutuhan air bersih.
Pada Senin (5/10/2026), perusahaan menyalurkan bantuan pendistribusian air bersih secara langsung ke dua desa yang paling terdampak: Desa Tlogowatu dan Desa Tegalmulyo.

5 Tangki, 30.000 Liter Bukan Sekadar Angka
Bantuan yang disalurkan bukanlah jumlah yang sedikit. Sebanyak lima tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 6.000 liter, atau berjumlah keseluruhan 30.000 liter, didistribusikan ke titik-titik yang paling membutuhkan.
Yang membuat langkah PT WMP ini istimewa: penyaluran tidak hanya berhenti di bak penampungan desa. Air bersih juga diantar ke tempat-tempat ibadah, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami Hadir Secara Berkala” Janji Widodo
Sementara itu direktur Utama PT WMP, Widodo, menegaskan bahwa kepedulian ini bukan sekadar kegiatan sesaat untuk tampil di berita.
“Bantuan air bersih ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah musim kemarau yang panjang. Kami memastikan bahwa bantuan serupa akan terus kami berikan secara berkala bagi warga yang terdampak kekeringan. Inilah wujud kepedulian tulus PT WMP terhadap masyarakat di sekitar kami,” ujar Widodo.
Kehadiran truk-truk tangki disambut dengan wajah-wajah yang lega dan penuh syukur. Salah satu warga penerima manfaat menyampaikan perasaannya dengan tulus:
“Setiap tetes air bersih adalah kehidupan bagi kami. Bantuan ini sungguh sangat membantu kami setiap hari. Besar harapan kami agar bantuan ini senantiasa hadir menemani kami melewati masa sulit ini,ya pasrah saja nunggu bantuan,”ungkapnya.

13 Desa Terdampak PT WMP Siap Pantau dan Bantu
Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, tercatat 13 desa di Kecamatan Kemalang kini mengalami kekeringan. Angka ini menunjukkan betapa luasnya dampak yang dirasakan warga.
Menyadari hal tersebut, PT WMP tidak akan berhenti di satu kali penyaluran. Atas dasar kemanusiaan yang luhur, PT WMP beserta jajarannya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkomitmen melakukan yang terbaik guna meringankan beban warga.
“Karena air adalah kebutuhan yang paling hakiki. Kami berharap setiap tetes air yang kami salurkan dapat meringankan beban warga yang tengah berjuang di tengah kekeringan ini,” pungkas Widodo.
Di saat kondisi yang memprihatinkan kepedulian justru mengalir deras. 30.000 liter air bersih yang disalurkan PT WMP adalah bukti nyata: kehadiran perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilannya, tetapi dari kepeduliannya terhadap sesama. Semoga langkah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk turun melihat, mendengar, dan menolong. Karena di musim yang sulit, satu tetes air bersih adalah harapan yang tak ternilai harganya.
( Desi )



Komentar Klik di Sini