KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Pelayanan kreatif berbasis iman kembali menyapa Kota Kupang. Sosok penginjil dengan pendekatan unik, Herry Budijanto Dragono atau yang dikenal sebagai Mbah Dragon, menggelar pelatihan Gospel Magic bagi para Guru Sekolah Minggu di Gereja Lahairoi Tuak Sabu Lasiana pada Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme sejak pukul 18.00 hingga 22.15 WITA. Para peserta yang merupakan guru-guru Sekolah Minggu tampak larut dalam suasana sukacita, bahkan beberapa kali dibuat terpukau oleh penampilan trik sulap yang dipadukan dengan penyampaian Firman Tuhan secara kreatif dan komunikatif.
Pengajar Gereja Lahairoi Tuak Sabu Lasiana, Jeni Isak Lele, M.Th, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Mbah Dragon. Ia menilai metode Gospel Magic menjadi pendekatan baru yang efektif dalam membantu guru Sekolah Minggu menyampaikan pesan-pesan Alkitab kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Dalam pelatihan tersebut, Mbah Dragon memperkenalkan sedikitnya 10 trik Gospel Magic yang disusun secara sistematis mengikuti alur kisah Alkitab, dimulai dari penciptaan dalam Kitab Kejadian hingga karya keselamatan Yesus Kristus dan turunnya Roh Kudus.
Salah satu trik yang menarik perhatian adalah pot bunga kosong yang tiba-tiba mengeluarkan bunga, menggambarkan bagaimana Tuhan menciptakan dunia dari yang tidak ada menjadi indah dan penuh kehidupan. Selanjutnya, pesan tentang kejatuhan manusia dalam dosa dan pemulihan hubungan dengan Tuhan digambarkan melalui trik tali yang dipotong lalu tersambung kembali, melambangkan karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib.
Berbagai ilustrasi lainnya juga tak kalah mengesankan, seperti air keruh yang berubah menjadi jernih sebagai simbol pengampunan dosa, kain hitam yang menghilang, hingga magic ring yang menggambarkan bagaimana Tuhan menopang kehidupan orang percaya agar tidak terjatuh dalam kehancuran.
Trik magic book pun menjadi simbol perubahan hidup manusia yang semula gelap menjadi penuh warna setelah menerima Kristus. Sementara itu, ilustrasi tas kertas yang mengeluarkan herbarium berwarna biru, merah, dan kuning menggambarkan buah-buah Roh seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera.
Salah satu peserta, George, mengaku sangat terkesan dengan trik kartu King Hati yang berubah menjadi gambar Tuhan Yesus, sebagai simbol bahwa Kristus adalah Raja dalam hati manusia. Peserta lainnya, Aca, mengungkapkan kesan mendalam pada ilustrasi tali hitam di leher yang melambangkan belenggu dosa seperti rokok, alkohol, narkoba, dan pornografi, yang dapat dilepaskan melalui kuasa Tuhan.
Mbah Dragon menjelaskan bahwa pelayanan Gospel Magic yang ia jalankan merupakan bentuk ungkapan syukur atas berkat Tuhan dalam hidupnya, termasuk kesehatan, umur panjang, serta kebahagiaan atas kelahiran cucu keduanya, Joanna Valencia Lahagu, pada 21 April 2026.
Ia juga menegaskan bahwa Gospel Magic bukanlah praktik klenik atau kuasa gelap, melainkan murni trik sulap yang digunakan sebagai media penyampaian pesan rohani. Melalui pelatihan ini, ia ingin membuka pola pikir gereja dan masyarakat agar tidak salah memahami sulap, sekaligus mengedukasi agar tidak mudah tertipu oleh praktik-praktik penipuan berkedok supranatural seperti penggandaan uang.
Menurutnya, pelayanan Gospel Magic masih tergolong baru di Indonesia dan belum sepenuhnya diterima oleh semua kalangan gereja. Oleh karena itu, ia aktif melakukan sosialisasi melalui pelatihan gratis, bahkan membagikan alat sulap kepada para peserta agar dapat langsung dipraktikkan dalam pelayanan mereka.
Selain itu, kehadiran Mbah Dragon di Nusa Tenggara Timur juga membawa misi lain, yakni berbagi pengetahuan tentang teknologi pengolahan kelor serta membantu mengubah pola pikir masyarakat yang masih percaya pada praktik klenik.
Menariknya, setelah kegiatan di NTT, Mbah Dragon dijadwalkan melanjutkan pelayanannya ke Toraja atas undangan Rektor IAKN Toraja untuk berbagi ilmu, baik dalam bidang Gospel Magic, pemasaran, Business Model Canvas, maupun teknologi pengolahan kelor.
Melalui pendekatan kreatif dan interaktif ini, Gospel Magic diharapkan mampu menjadi metode alternatif yang efektif dalam pelayanan gereja, khususnya untuk menjangkau anak-anak agar lebih tertarik mengikuti Sekolah Minggu dan memahami Firman Tuhan secara lebih mendalam serta membekas dalam kehidupan mereka.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini