Selasa, Juni 18, 2024

Pengaruh Budaya Modern Terhadap Eksistensi Budaya Lokal

Must Read
OPINI – METROPAGINEWS.COM || Negara indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman terutama berkaitan dengan kebudayaan. Budaya merupakan suatu hasil karya oleh nenek moyang atau pendahulu yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Berbicara tentang budaya lokal, tidak terlepas dari konsepsi kebudayaan itu sendiri.
Di era globalisasi, karakter yang muncul pada anak muda yaitu anak muda cenderung dipengaruhi oleh globalisasi. Saat ini banyak sekali budaya barat yang dengan mudahnya masuk ke indonesia. Tidak bisa di hindari karena ini era globalisasi yang semakin berkembang pesat di indonesia, itu terbukti ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi yang begitu pesat yang di rasakan sampai sekarang.
Globalisasi memberi kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan komunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang yang tinggal jauh. Namau dibalik itu memberikan pengaruh dan dampak yang sangat besar bagi perkembangan kepribadian orang muda yang berara ke hal-hal yang negatif.

Di era globalisasi ini, karakter yang muncul kadang di pengaruhi oleh globalisi yang semakin meningkat pesat sehingga hilangnya pola prilaku yang dianggap baik seperi kesopanan, tata kerama dal lain sebagainya. Hancur dan remang-remangnya budaya lokal ini menjadi salah satu permasalahan yang dikhawatirkan oleg banyak pihak.
Masuknya budaya modern atau dalam hal ini budaya baru menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal yang telah lama berkembang, satu sisi keberadaan budaya modern ini tidak mampu di elak karena perkembangannya begitu cepat dan tanpa sadar masyarakat terpaksa berinteraksi dengan budaya baru tersebut, namun di sisi lain kemurnian budaya lokal menjadi tantanagn tersendiri bagi masayrarakat (Syibran Mulasi, 2020).

Peran dari generasi muda sangat penting dalam melestarikan budaya lokal yang sudah ada sejak dahulu. Generasi muda secara umum dapat diartikan sebagai golongan manusia yang berusia muda 25 tahun (mentri muda urusan generasi muda jakarta, 1982). Maka peran orang muda sangat penting dalam menyikapi budaya moderen.

Banyak budaya modern yang berkembang dan bertumbuh dalam lingkungan kehidupan masyarakat yang telah menggeser kebudayaan lokal ini terbukti ketika dengan masuknya internet, hilangnya kesadaran akan pentingnya moral berkaitan dengan sopan santun bagi kaum muda. dapat terlihat dari bentuk pergaulan muda-mudi, degradasi moral, tingkat perceraian dan perselingkuhan, gaya pergaulan dan komunikasi serta interaksi sosial yang semakin luas. Perubahan dan perkembangan budaya ini harus menjadi proteksi dini bagi seluruh pemangku kebijakan di Aceh untuk melahirkan filterisasi budaya yang membahayakan budaya lokal.
Dari perkembangan internet sehingga dengan mudahnya pekerjaan masyarakat diselesaikan dengan mudah dan ini akan memepengaruhi kebudayaan lokal yang dahulunya untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan usaha yang begitu panjang dan bahakan waktu yang digunakan relatif lama namu seiring perkembangan internet memunculkan sikap instan dari masyarakat.

Perubahan dari segi budaya yaitu terjadinya perkawinan dari dua unsur budaya yang berbeda, perubahan pada penggunaan bahasa, perubahan cara berpakaian dan perubahan perilaku dalam kehidupan masyarakat terutama kaum muda dan perkembangan di zaman modern ini, perkembangan ini dinilai hal yang lumrah terjadi dimana saja, tanpa di sadari perubahan ini memberi pengaruh yang sangat besar terhadap eksistensi dari budaya lokal yang kian hari kian memudar.

Budaya modern yang pertama adalah budaya baik. Masyarakat indonesia menadopsi budaya barat dengan menyaring hal-hal yang dianggap baik dan bisa di terapkan di indonesia sehingga tidak menggeser keaslian buadaya lokal. Contohnya budaya disiplin negara jepang, dari sini masyarakat indonesia terutama kaum muda bisa menerapkan budaya disiplin ini dalam kehidupan sehari -hari.
BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan atau kehadiran budaya barat memberi pengaruh atau berdampak negatif bagi masyarakat karena masyarakat tidak mampu mefilterisasi budaya yang masuk sehingga menggeser keaslian budaya lokal. Contoh budaya barat yang mempengaruhi budaya lokal secara negarif yaitu penggunaan pakayan yang seksi dan gaya hidup yang bebas.

Budayaan lokal banyak sekali jenisnya berupa tarian daerah, rumah adat, pakayan adat, dan suku serta bahasa. Kebudayaan yang plural ini mestri harus dilestarikan dengan berbagai macam upaya seperti, pertama kesadaran kelestarian budaya, pada dasarnya masyarakat indonesia terutama kaum muda lebih mudah mempelajarai budaya barat dan sangat susah mempelajari budaya lokal yang notabene itu adalah budaya kita sendiri. Namun, apakah problem ini terus dibiarkan begitu saja? Sebagai generasi muda kita harus mampu menerapkan kembali kesadaran akan budaya yang sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu.
Dengan kesadaran itu kita dengan mudanya memilih dan memilah budaya yang adatang dari luar serta mampu menerapkan budaya dari luar yang sama dengan kekhasan budaya lokal. Kedua, generasi muda sebagai aset masa depan, sydah selayaknya generasi mudah harus tetap mempertahankan keesitensian budaya lokal dan itu sudah menjadi kewajiban dari generasi muda yang terbilang sebagai aset masa depan.
Ketiga, meningkatkan intelektual, ketika masyarakat indonesia memiliki pengetahuan yang tinggi atau baik maka dengan mudanya masyarakat mampu menolak atau menyaring budaya yang masuk dan dengan muda melakukan sosialisai dengan masyarakat terkait pentingnya melestarikan budaya lokal sebagai identitas bangsa. Keempat, harus meningkatkan norma-norama yang berlaku di indonesia, masyarakat harus harus mampu membedakan ini budaya yang di terapkan di indonesia dan budaya yang masuk ke indonesia dari budaya barat harus di perhatikan dengan benar sehingga tidak bertentangan dengan budaya lokal.

Adapun cara yang mesti dilakukan masyarakat indonesia terutama generasi muda dalam melestarikan budaya lokal sehingga budaya barat tidak mudah masuk. Cara tersebut seperti pertama, memperkuat dan mempertahan jati diri bangsa. Keberadaan budaya lokal dalam kehidupan suatu negara terutama di indonesia harus benar-benar di jaga dan di perhatikan sehingga segala pengaruh yang datang dari luar tidak mudah masuk. Kedua, menanam dan mengamalkan sila pancasila yang baik. Masyarakat terutama kaum muda harus mampu memaknai dan menerapkan arti dari pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, pandangan hidup bangsa yang di maksud yaitu masyarakat mampu menerapkan budaya lokal sebagai identitas bangsa di mana pun berada dan mampu mempromosikan budaya lokal sehingga bisa dikenal di luar selain indonesia.
Dengan terkenalnya budaya lokal sehingga masyarakat semaikn mencintai budaya lokal dan tidak terobsesi dengan kehadiran budaya barat dan mampu memyaring karena telah di bekali dengan pengetahuan yang tinggi terkait terkenalnya budaya sendiri sampai di manca negara. Ketiga, menumbuhkan semangat mencintai produk budaya sendiri. Semakin kita mencintai budaya sendiri maka sikap konsumtif akan barang-barang dari luar negri semakin menurun.
Mencintai produk sendiri atau budaya lokal yang dihasilkan oleh masyarakat sendiri dapat menumbuhkan kesadaran atau memmantik kesadaran masyarkata unruk mengurangi sikap konsumtif terutama berkaitan dengan barang dari luar. Menumbukan sikap sadar akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Ketika masyarakat terutama kaum muda memiliki kesadaran akan adanya tuhan sebagai bpencipta dan telah menganugrahkan budaya yang begitu beragam maka masyarakat dengan sendirinya mencintai budaya sendiri sebagai pemberian tuhan bukan mencintai budaya luar yang justru merenggut keberadaan budaya lokal.

Dari wacana di atas dapat disimpulkan bahwa budaya saing yang datang ke indonesia memberikan pengaruh atau dampak baik secara positif maupun negatif. Dari dampak posifif ini masyarakat dengan dengan muda melakukan komunikasi karena perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi terutama berkaitan dengan penggunaan internet. Namun di sisi lain ada dampak negatif yang mempengaruhi perilaku masyarakat terutam akaum muda seperti lunturnya budaya sopan santun, maraknya kaum muda yang menggunakan pakaian seksi dan norma-norma yang telah tertanam lama telah tergeser.

Kita sebagai generasi harus tetap melestarikan budaya kita karena sudah tertanam sejak dahulu kala dari nenek moyang bangsa indonesia. Berbagai macam budaya lokal yang ada di indonesia seperti pakayan adat, suku, ras, rumah adat, serta bahasa daerah. Kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal harus di tanam dalam diri masyarakat indonesia terutama bagi kaum muda. Sehingga keawetan budaya lokal tetap terjaga kualitasnya tanpa harus memudar karena perkembangan zaman.


Oleh : Rikiardian Monggor
SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II
Labuan Bajo
ONLINE TV NUSANTARA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

FORTE Kota lubuklinggau tidak pernah mengeluarkan surat mandat mendukung H.Rodi Wijaya menjadi Walikota Lubuklinggau.

Lubuklinggau - METROPAGINEWS.COM || 18/06/2024 FORTE Kota Lubuklinggau merupakan organisasi ketua rukun tetangga (RT) sekota lubuklinggau, dilatar belakangi seringnya...

More Articles Like This


Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/metropaginews/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420