PURBALINGGA – METROPAGINEWS.COM || Di beberapa tempat program makan bergizi gratis yang digulirkan bagi sejumlah sekolah terhenti untuk sementara waktu. Contohnya Penghentian ini dikonfirmasi melalui surat pemberitahuan resmi dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kecamatan Kalikabong yang ditujukan kepada kepala sekolah penerima manfaat.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala SPPG Kalikabong, Wildan Nur Rahman, S.Psi., pada Selasa, 30 September 2025 disebutkan bahwa operasional dapur pusat program akan dihentikan sementara. Akibatnya, pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah juga ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan berharap Bapak/Ibu berkenan memakluminya. Semoga kegiatan dapur dapat segera berjalan kembali seperti biasa,” tulis Wildan dalam surat tersebut.
BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan
Kemungkinan Penyebab Penghentian
Meskipun surat resmi tidak menjelaskan alasan spesifik di balik penghentian sementara ini, sejumlah faktor umum dapat menjadi penyebabnya. Berikut adalah beberapa kemungkinannya:
1. Kendala Anggaran dan Pendanaan
Terjadi jeda dalam proses pencairan dana tahap berikutnya dari pemerintah pusat atau daerah, atau adanya penyesuaian dalam alokasi anggaran.
2. Perubahan Kebijakan atau Penyelarasan Program
Kemungkinan sedang ada evaluasi atau perubahan kebijakan dari tingkat yang lebih tinggi, misalnya dari dinas kesehatan atau dinas pendidikan.
3. Masalah Logistik dan Rantai Pasokan
Program ini bergantung pada pasokan bahan makanan yang stabil dan berkualitas. Terhambatnya distribusi, kenaikan harga bahan baku di pasar, atau masalah dalam proses pengadaan barang (lelang/tender) bisa menghentikan operasional dapur.
4. Evaluasi dan Perbaikan Internal
SPPG Kalikabong mungkin sengaja menghentikan sementara operasi untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap program. Hal ini bisa mencakup penilaian kualitas gizi, efektivitas distribusi, respons dari sekolah, dan efisiensi kerja. Penghentian ini bertujuan untuk perbaikan ke depannya.
5. Faktor Teknis dan Administratif
Kemungkinan terjadi masalah teknis di dapur pusat, seperti peralatan yang rusak dan membutuhkan perbaikan. Di sisi lain, bisa juga ada kendala administratif, seperti proses verifikasi data penerima manfaat yang belum tuntas.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Penghentian program ini tentu berdampak langsung pada siswa yang menjadi sasaran manfaat, terutama dalam asupan gizi harian mereka di sekolah. Para orang tua dan pihak sekolah mengharapkan program akan beroperasi kembali.
Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dan penjelasan lebih detail dari Kepala SPPG Kalikabong, Wildan Nur Rahman, belum berhasil. Masyarakat dan sekolah diharapkan menunggu pemberitahuan resmi lebih lanjut mengenai kelanjutan program ini.
(Sambudi)


Komentar Klik di Sini