DENPASAR – METROPAGINEWS.COM || SMK Prashanti Nilayam Kuta terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung peningkatan kompetensi peserta didik. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi orang tua murid kelas XI yang berlangsung di halaman sekolah pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 264 orang tua murid kelas XI yang akan segera memasuki jenjang kelas XII dan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala Sekolah SMK Prashanti Nilayam Kuta, Ni Wayan Suarni, mengatakan bahwa pelibatan orang tua dalam sosialisasi ini sangat penting untuk membangun pemahaman bersama terkait pelaksanaan PKL yang akan dijalani para murid selama satu semester penuh.
Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan siswa selama mengikuti program PKL di industri.
“Sekolah mengadakan sosialisasi ini agar kita dapat bersama-sama memberikan dukungan kepada putra-putri kita yang sebentar lagi naik ke kelas XII dan harus mengikuti kegiatan PKL. Harapan kami, pelaksanaan PKL dapat berjalan dengan baik dan tidak banyak menemui kendala di tempat industri,” ujar Ni Wayan Suarni.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan berbagai materi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan PKL. Materi disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.
Beberapa hal yang dibahas antara lain kebijakan sekolah terkait PKL, perencanaan program, prosedur pelaksanaan PKL, hak dan kewajiban murid selama berada di dunia industri, serta pentingnya keterlibatan dan pengawasan orang tua selama masa praktik berlangsung.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi peserta didik SMK/MAK, SMALB, dan LKP.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa PKL merupakan bentuk pembelajaran yang dilaksanakan melalui praktik kerja secara langsung di dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan industri.
“PKL dilaksanakan selama enam bulan atau satu semester, sehingga bukan waktu yang singkat. Kondisi saat ini juga berbeda dibandingkan sebelumnya karena sejak dua tahun terakhir PKL telah masuk dalam struktur kurikulum sebagai mata pelajaran wajib. Jika siswa tidak lulus PKL, maka secara otomatis mereka tidak memiliki rapor pada semester tersebut yang menjadi salah satu penentu kelulusan,” jelasnya.
Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari para orang tua yang hadir. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyimak setiap informasi yang disampaikan oleh pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap orang tua dapat memahami bahwa PKL bukan hanya sekadar program akademik, melainkan sebuah proses pembelajaran nyata yang akan membentuk karakter, etos kerja, kedisiplinan, serta keterampilan profesional peserta didik.
PKL juga menjadi sarana bagi murid untuk mengenal budaya kerja industri, meningkatkan kemampuan beradaptasi, membangun relasi profesional, dan mengasah kompetensi sesuai bidang keahlian yang dipelajari di sekolah.
Pihak sekolah menegaskan bahwa pengalaman yang diperoleh selama PKL akan menjadi modal berharga bagi murid ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“PKL bukan hanya tentang menjalani kewajiban akademik, tetapi merupakan kesempatan emas untuk membentuk masa depan yang lebih cerah. Dengan menjalani PKL secara serius dan penuh semangat, murid akan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Masa depan dimulai dari pengalaman yang mereka bangun hari ini,” ungkap pihak sekolah.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pelaksanaan PKL. Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai penutup kegiatan.
Melalui sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan dunia industri, SMK Prashanti Nilayam Kuta optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini