BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM || Musim pancaroba perubahan iklim cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau dibulan Juni bisa dikatakan memasuki paceklik, Jum’at (19/6).
Diungkapkan sejumlah petani palawija, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring mengatakan, Dipertengahan tahun memasuki musim pancaroba untuk tanaman yang tepat dengan menanam bibit jagung.

Diakuinya, curah hujan sudah menurun drastis karena memasuki musim kemarau. Rata – rata petani palawija menanam bibit jagung, cabe , kacang dan sejumlah tanaman palawija serta sayur mayur.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
“Setiap tanam jagung hingga panen membutuhkan waktu selama 2- 3 bulan. selain tahan akan kekurangan air yang terpenting nutrisi tetap terjaga. kebutuhan air sesekali saja terutama disaat masukan bibit dan memberi pupuk,” Ungkapnya.

Diakuinya, tanaman di musim pancaroba mengalami banyak kendala sehingga membutuhkan perawatan secara intensif. Jika telat memberi pupuk, bisa dipastikan gagal panen.
“Selama ini dilakukan secara mandiri tanpa ada campur tangan bantuan ataupun program dari pemerintah. Yang mendapat bantuan rata – rata hanya terbatas pada kelompok ataupun komunitas tertentu saja,” Ujarnya.
(Tyo)


Komentar Klik di Sini