BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM II Wilayah pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk Bali merupakan satu – satunya penyeberangan yang menghubungkan antara wilayah Jawa dan Bali. Peringatan dini gelombang tinggi diprediksi Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi Kantor Layanan Informasi Meteorologi Maritim Ketapang – Gilimanuk Hingga 28 Januari tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 Meter, Minggu (25/1/2026).
Pantauan Wartawan METROPAGINEWS.COM kondisi pelabuhan penyeberangan masih berjalan normal, namun beberapa waktu yang lalu dilakukan buka tutup dikarenakan faktor cuaca ekstrem.
Gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung dan Perairan Banyuwangi. Sedangkan, perairan Utara Pulau Bali tinggi gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Disampaikan Prakirawan Cuaca yang saat ini bertugas, saran keselamatan beresiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter. Untuk jenis Kapal Tongkang apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter. Sedangkan untuk jenis Kapal Fery apabila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter.
” Data ini juga bersumber dari BMKG Tanjung Perak Surabaya dan Balai Besar MKG Wilayah II,” Jelas Petugas Stasiun Meteorologi Klas II Banyuwangi.
Disisi lain, kondisi cuaca di Banyuwangi Kota cerah namun angin bertiup kencang.
Dikonfirmasi Wartawan METROPAGINEWS.COM secara terpisah pengelola Destinasi Wisata Gran Watu Dodol (GWD) yang sekaligus Ketua POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Kabupaten Banyuwangi, Abd Azis dilokasi wisata GWD Desa Bangsring sedang tidak ada ditempat dan saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan masih diluar dan masih sibuk sehingga tidak bisa menemui.
(Tyo)


Komentar Klik di Sini