BREBES – METROPAGINEWS.COM || Tensi tinggi langsung terasa dalam pembukaan turnamen sepak bola bergengsi di wilayah selatan Kabupaten Brebes. Wakil Bupati Brebes, Wurja, memberikan peringatan tegas agar seluruh pihak menjaga kondusivitas selama kompetisi berlangsung.
Wurja menegaskan, apabila terjadi keributan atau tindakan anarkis, baik dari pemain maupun suporter, Lapangan Pejaten akan dikenakan sanksi berupa larangan penggunaan untuk seluruh kompetisi selama dua tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wurja saat membuka turnamen sepak bola di Lapangan Pejaten, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu (24/6/2026).
Sanksi Berat Menanti Perusuh
Wurja menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, sportivitas dan kondusivitas menjadi faktor utama agar kegiatan olahraga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Gelontorkan Rp100 Juta untuk Infrastruktur Lapangan
Selain memberikan peringatan terkait keamanan, Wurja juga membawa kabar baik bagi masyarakat Desa Kalijurang. Pemerintah Kabupaten Brebes mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta pada tahun anggaran 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas jogging track di sekitar Lapangan Pejaten sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana olahraga desa.

Persiapan Matang dan Harapan Keberlanjutan
Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, mengungkapkan bahwa turnamen yang menjadi daya tarik bagi pecinta sepak bola Brebes Selatan ini telah dipersiapkan secara matang selama kurang lebih dua bulan.
Sebagai seri perdana, ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi awal yang baik untuk penyelenggaraan event-event berikutnya.
(Mistam)


Komentar Klik di Sini